news

BRImo Tembus 44,4 Juta Pengguna! Transaksi Harian Capai Rp25 Triliun, Bukti Transformasi Digital BRI Kian Dekat dengan Rakyat

Kamis, 13 November 2025 | 10:16 WIB
Kinerja digital BRI melonjak, BRImo tumbuh 19,4% dan perkuat dana murah (CASA) (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id – Transformasi digital yang dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui program BRIVolution Reignite terus menunjukkan hasil nyata. Hingga akhir September 2025, aplikasi Super Apps BRImo telah digunakan oleh 44,4 juta pengguna aktif, naik 19,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tak hanya itu, nilai transaksi harian BRImo menembus Rp25 triliun, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital BRI yang semakin kuat.

Peningkatan pesat ini diungkapkan oleh Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam Konferensi Pers Kinerja Keuangan BRI Triwulan III 2025 yang digelar di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (30/10). Menurut Hery, BRI terus memperkuat infrastruktur digitalnya melalui berbagai kanal seperti BRImo, Qlola, merchant, EDC, QRIS, hingga jaringan AgenBRILink.

“Mesin transaksi yang dimiliki BRI ini sangat besar jumlahnya dibandingkan kompetitor. Saat ini kami terus mengoptimalkan seluruh mesin transaksi agar memberi nilai tambah bagi nasabah dan perekonomian rakyat,” ujar Hery.

Baca Juga: BRI Perkuat Koperasi Desa Merah Putih Lewat lewat AgenBRILink, Hadirkan Akses Keuangan hingga ke Wilayah 3T

Hery menjelaskan, volume transaksi BRImo pada Maret 2025 masih berada di kisaran Rp14 triliun per hari, namun melonjak menjadi Rp25 triliun per hari hanya dalam waktu enam bulan. Kenaikan ini menjadi bukti bahwa masyarakat semakin aktif bertransaksi melalui kanal digital BRI yang menawarkan kemudahan, kecepatan, dan keamanan.

“Peningkatan transaksi digital berdampak langsung terhadap kenaikan dana pihak ketiga (DPK) di BRI,” jelasnya. Hingga September 2025, DPK konsolidasi BRI tumbuh 8,2 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp1.474,8 triliun.

Tak hanya dari sisi volume transaksi, kualitas dana BRI juga menunjukkan perbaikan signifikan. Porsi dana murah (CASA) naik menjadi 67,6 persen dari total DPK, dengan pertumbuhan CASA 14,1 persen YoY. Rinciannya, giro naik 24,5 persen dan tabungan tumbuh 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Riset BRI Ungkap Pembiayaan KUR Bawa Kenaikan Omzet UMKM hingga 15 Persen, Begini Dampaknya ke Lapangan Kerja

Peningkatan komposisi CASA ini berkontribusi besar terhadap penurunan biaya dana pihak ketiga, yang berarti efisiensi pendanaan BRI semakin baik. Hery menegaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar inovasi layanan, melainkan juga fondasi untuk memperkuat profitabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan.

“Transformasi digital BRI memperluas akses layanan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama sektor produktif dan ekonomi rakyat. Ini menjadi bukti nyata bahwa pertumbuhan BRI tidak hanya sehat, tetapi juga berpihak kepada rakyat kecil,” tutur Hery.

Melalui BRIVolution Reignite, BRI berkomitmen memperdalam transformasi bisnis secara terstruktur dan terintegrasi, meliputi peningkatan kualitas aset, efisiensi pendanaan, dan penguatan fundamental bisnis. Langkah ini diharapkan dapat menjaga posisi BRI sebagai bank dengan jangkauan layanan digital terluas di Indonesia.

Baca Juga: 720 UMKM Binaan BRI Ramaikan Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro di Tangerangm Wujudkan Komitmen Pemberdayaan UMKM Nasional

Dengan pengguna BRImo yang terus bertambah dan nilai transaksi yang menembus puluhan triliun rupiah per hari, BRI berhasil memperkuat perannya sebagai bank rakyat digital yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok negeri.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Tags

Terkini