news

Prabowo dan Kapolri Musnahkan 214,84 Ton Narkoba Senilai Rp 29,366 Triliun, Dari Mana Asalnya?

Rabu, 29 Oktober 2025 | 20:07 WIB
Prabowo didampingi Kapolri dalam pemusnahan narkoba (YouTube Sekretariat Presiden )

 

SketsaNusantara.id - Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit pada hari ini Rabu, 29 Oktober 2025 melakukan pemusnahan narkoba hingga ratusan ton.

Jika diuangkan, nilai narkoba yang berasal dari barang bukti tersebut mencapai angka fantastis yakni Rp 29,366 triliun.

Dari ribuan ton narkoba yang dimusnahkan, ganja merupakan bagian yang sangat besar dari total pemusnahan tersebut.

Baca Juga: Dihadiri Prabowo, Leader BTS Kim Namjoon Jadi Pembicara Utama di APEC CEO Summit 2025 di Gyeongju Korea Selatan

Seperti dilansir dari SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV, total barang berat narkoba yang dimusnahkan adalah 214,84 ton narkoba tersebut berasal dari berbagai jenis.

Narkoba-narkoba ini merupakan hasil pengungkapan kasus narkoba oleh Polri selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo.

Dari total 214,84 ton narkoba yang disita dan dimusnahkan ini mayoritasnya adalah ganja seberat 186,7 ton.

Baca Juga: Purbaya Disentil Mantan Orang Terdekat Prabowo karena Dianggap Melemahkan Pemerintah: Saya Perpanjangan Tangan Bapak Presiden

Ganja-ganja ini berasal dari akumulasi pengungkapan kasus di seluruh wilayah Indonesia yang ditangani oleh jajaran Polri.

Selain ganja, barang bukti 214,84 ton tersebut juga mencakup, sabu seberat 9,2 ton, tembakau gorila seberat 1,9 ton, ekstasi sebanyak 2,1 juta butir dan obat keras seberat 13,1 juta butir.

Selain itu juga terdapat berbagai jenis narkotika lain seperti Kokain, Heroin, dan Ketamin.

Keseluruhan narkoba tersebut berasal dari 49,306 kasus dari penangkapan 65.572 tersangka dan melaksanakan program rehabilitasi sebanyak 1.838 melalui restoratif justice.

Secara ringkas, ber ton-ton ganja tersebut berasal dari seluruh jaringan peredaran narkoba yang berhasil diungkap oleh Kepolisian di berbagai provinsi di Indonesia selama satu tahun terakhir sejak kepemimpinan Prabowo.***

Halaman:

Tags

Terkini