SketsaNusantara.id – Bupati Jember, Gus Fawait, menyatakan bahwa kegiatan Bunga Desaku tidak sekadar acara pameran semata. Hal tersebut diungkapkan saat Gus Fawait menggelar Apel Sholawat di Lapangan Argopuro, Kecamatan Panti, Minggu, 26 Oktober 2025.
Menurut Gus Fawait, Bunga Desaku menjadi sarana nyata untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kesejahteraan. Selain itu, juga untuk memperluas cakupan kebijakan pemerintah sampai ke desa-desa terpencil.
“Saya sudah menyampaikan kepada jajaran Pemkab Jember, Bunga Desaku jangan hanya dijadikan acara formal. Program ini harus menjadi langkah nyata yang memberi dampak luas bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi, pelayanan, maupun sosial,” ujar Gus Fawait.
Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Dukung Aksi Kemanusiaan PMI, Emak-Emak Panti Antusias Donor Darah
Salah satu contoh penerapan konsep ini adalah kegiatan Apel Shalawat yang menjadi bagian dari rangkaian Bunga Desaku di Lapangan Argopuro, Kecamatan Panti.
Selain memperkuat nilai agama dan spiritual masyarakat, acara ini juga menyediakan berbagai layanan publik yang memudahkan warga dalam urusan administrasi dan kesehatan.
Beberapa instansi turut serta dalam kegiatan ini, seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, PMI, dan unit pelayanan perizinan.
Warga bisa langsung membuat KTP, mengurus dokumen kependudukan, dan memeriksakan kesehatan secara gratis.
Selain itu, Apel Sholawat juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Para pelaku UMKM lokal diberi kesempatan memasarkan produk mereka, sementara pasar murah digelar untuk membantu menstabilkan harga bahan pokok serta mengurangi laju inflasi di Jember.
Gus Fawait juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama kelompok pengajian dan ibu-ibu PKK, untuk menjadi mitra pemerintah dalam menyosialisasikan program penting daerah, seperti Universal Health Coverage (UHC) yang telah berlaku di Jember.
Gus Fawait menekankan pentingnya program yang memiliki dampak jangka panjang, termasuk beasiswa bagi 20 ribu anak Jember, di mana 8.300 di antaranya sudah menerima manfaat tahun ini.
“Kebijakan yang kita ambil bukan hanya untuk satu atau dua tahun, tetapi untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan. Seperti beasiswa bagi anak-anak Jember, manfaatnya akan terasa dalam jangka panjang,” tambahnya.