Tinggal selama lima tahun di Indonesia membuat Sergei jatuh cinta pada budaya dan keramahan masyarakat lokal.
Ia merasa nyaman dan betah tinggal di Bali karena orang Indonesia yang dikenal baik dan ramah.
Namun, belakangan ini ia mengalami kejadian tak menyenangkan. Sergei mengaku jadi korban penculikan dan pemerasan di Bali.
Melalui akun Instagramnya, Sergei mengaku diculik dan disiksa oleh sekumpulan orang tak dikenal, bahkan diperas dengan dipaksa transfer uang bernilai jutaan dolar.
"Saya diculik dan disiksa. Dua hari lalu, malam hari saya sedang mengendarai sepeda motor di Bali," tulis Sergei dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada hari Senin, 20 Oktober 2025.
Sergei menceritakan bahwa dirinya dibawa paksa sejumlah orang dan menerima tindakan kekerasan hingga disiksa menggunakan stun gun. Ia bahkan diancam jika tidak mentransfer uang satu juta dollar kepada pelaku.
"Sebuah mobil hitam menghalangi jalan saya. Dari dalamnya keluar 2 orang dengan masker di wajah, menyeret, mengikat memasang karung dan memukuli saya," tuturnya.
"Mereka memasukkan pistol dan paket dengan bubuk tidak dikenal ke tangan saya yang terikat. Mereka berkata, bahwa sekarang ada sidik jari Anda di pistol dan narkoba itu," imbuhnya.
"Mereka mengancam, 'jika Anda tidak mentransfer $1.000.000 kepada kami, maka Anda akan masuk penjara'. Mereka mencekik bahkan akan membunuh saya," imbuhnya.
"Mereka berkata bahwa dalam waktu satu bulan saya harus mencari uang $1.000.000. Jika tidak menemukan dan tidak memberikannya kepada mereka, mereka akan memenjarakan saya," sambungnya
Dalam unggahannya, Sergei memperlihatkan adanya bekas luka dan memar pada bagian tangannya. Ia menyebut pelaku kemungkinan adalah WNA Rusia.
Setelah mengalami serangkaian peristiwa mengerikan selama 3-4 jam, ia kemudian dilepaskan ke sebuah ladang yang tauh dari Hotel Kempinski.
Sergei segera melaporkan peristiwa ini ke polisi. Pihak kepolisian dari Polda Bali mengonfirmasi kejadian ini usai menerima laporan korban pada hari Minggu, 19 Oktober 2025.