Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan penyesalan, Stevanus Revaldo menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh kader NU, Banser, dan juga para pengikut di kanal YouTubenya.
“Mohon maaf, saya ternyata kurang bisa mengelola kata-kata yang pantas,” ucapnya.
Stevanus mengaku kini ia menyadari bahwa sebagai konten kreator, ia memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola narasi dan menjaga sensitivitas isu yang melibatkan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan.
Usai pertemuan tersebut, kedua belah pihak kemudian menuju Polres Jember untuk mencari jalan tengah terhadap permasalahan tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!