Saat itu, ia bertukar nomor telepon dengannya saat transaksi bawang merah dengan orang warga asal Bojonegoro.
"kemudian tiba-tiba ada nomor masuk menawarkan bantuan untuk meloloskannya menjadi PNS di salah satu Pemda," jelasnya.
Mulanya, Sunarti tak menggubris pesan tersebut. Namun ia terus dihubungi oleh N-E-P.
"Saya awalnya dimintai uang tidak saya respon, kemudian N-E-P sering menghubungi dan merayu hingga akhirnya tergiur dan saya menyerahkan uang secara bertahap dengan alasan untuk biaya administrasi dana pengurusan,”
Sunarti yang mulai tergiur dengan tawaran N-E-P itu menyerahkan uang secara bertahap kepada pelaku.
Alih-alih mendapat jabatan seperti yang dijanjikan, Sunarti hanya menunggu tanpa kejelasan hingga berbulan-bulan.
"Namun setelah berbulan-bulan menunggu, tak ada kejelasan mengenai status penerimaan. Upaya R untuk menghubungi pelaku juga kerap berujung buntu," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!