SketsaNusantara.id - Hujan lebat disertai hujan es dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember pada Senin, 13 Oktober 2025 sore.
Bahkan, kejadian itu mengakibatkan dua warga meninggal dunia dan menimbulkan berbagai kerusakan, termasuk pohon tumbang yang menutup akses jalan di beberapa titik.
Cuaca ekstrem ini dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dengan hujan intensitas lebat disertai hujan es dan angin kencang.
Baca Juga: Modus Cari Tembakau, Pria di Jember Ditangkap saat Hendak Cabuli Anak di Bawah Umur untuk Kali Kedua
Pukul 15.00 WIB, dampak angin kencang mulai terlihat yakni, menyebabkan pohon tumbang, merusak rumah, dan menimpa kandang ternak.
Dampak terparah terjadi di Kecamatan Sumbersari, khususnya di Jalan Jawa 7 No. 58 karena adanya serumpun pohon bambu roboh dan menimpa kandang ternak.
Dari laporan BPBD Jember, pohon bambu yang roboh dan menimpa kandang ternak tersebut, ternyata ada 2 orang yakni Saiman (64) dan Saiful (29).
Baca Juga: Sekolah Tangguh Bencana: BPBD Jember Sukses Gelar Simulasi SPAB di TK Al Amien
Keduanya meninggal dunia, setelah tertimpa pohon bambu yang roboh dan bangunan kandang ternak miliknya.
"Keduanya meninggal dunia dan kini dilakukan evakuasi oleh tim, serta kami masih melakukan assessment terhadap wilayah yang terdampak," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember Indra Tri Purnomo.
Indra menerangkan bahwa, bencana serupa juga melanda kecamatan lain seperti di Kecamatan Kaliwates, tercatat ada dua lokasi pohon tumbang, salah satunya menutup akses jalan di Jl. Imam Bonjol, Jembatan MAN 1.
Baca Juga: Jember Semakin Melejit, Sepekan Raih Tiga Penghargaan Sekaligus, Gus Fawait: Ini untuk Masyarakat
"Di Kecamatan Sumbersari saja, total tercatat sedikitnya 9 lokasi terdampak. Termasuk pohon tumbang menutup akses jalan di Jl. Letjen S. Parman, depan Kantor Perhutani, dan Jl. Letjen Panjaitan, depan Bangkesbangpol," imbuhnya.
Lalu, satu pohon tumbang menimpa rumah di Jl. Letjen S. Parman Gg. 8 dan tiga rumah terdampak angin kencang di Kelurahan Krajingan. Termasuk tiga pohon tumbang di area Universitas Jember.