SketsaNusantara.id – Siti Faizah, salah seorang guru ngaji di Desa Sugerkidul, Kecamatan Jelbuk, merasakan tantangan menjadi teladan bagi orang lain. Perempuan berusia 25 tahun ini merasakan tantangan menjadi seorang guru ngaji.
Ketika ditanya mengenai gaji, penduduk Dusun Krajan Barat, Desa Sugerkidul, Kecamatan Jelbuk ini tidak langsung memberikan jawaban. Bahkan, sempat mengelak dan tak ingin memberikan informasi.
"Maaf, pendapatan saya sebagai guru ngaji di yayasan sangat sedikit. Hanya berkisar antara Rp100 ribu sampai Rp150 ribu dalam sebulan," ujarnya, Rabu, 8 Oktober 2025.
Baca Juga: Salurkan Honor secara Terhormat, Pemkab Jember Gelar Pendataan Guru Ngaji Secara Terbuka
Namun, Siti Faizah tidak pernah mengeluh dan dengan tulus mendidik anak-anak dalam hal ilmu agama.
Dalam hal ini, Siti Faizah adalah salah satu dari 53 guru ngaji di Desa Sugerkidul yang menerima gaji. Menurutnya, honorarium ini sangat membantu para pengajar di desanya.
"Ketika membahas penting, mencari berkah dari mengajar adalah prioritas utama. Namun Alhamdulillah, honorarium guru ngaji ini jelas memberikan sedikit kelegaan bagi kami," tuturnya.
Baca Juga: Salurkan Honor Ngaji secara Terhormat, Guru Ngaji Asal Balung Kidul Apresiasi Pemkab Jember
Kepada Bupati Jember, Muhammad Fawait, Siti Faizah mewakili beberapa penerima gaji guru ngaji menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam.
"Terima kasih untuk Gus Fawait, semoga selalu dalam keadaan sehat," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sugerkidul, Ahmad Musemil, menambahkan bahwa mereka bersyukur banyak guru ngaji di desanya yang telah mendapatkan gaji.
Baca Juga: Respons Keluhan Wali Murid, Pemkab Jember Siapkan Angkutan Sekolah Gratis
Belum lagi, banyak dari mereka yang sudah lanjut usia dan tidak memiliki sumber penghasilan lainnya.