news

Geger Bola Api dan Dentuman Keras di Cirebon, BMKG-BRIN Kompak Ungkap Penyebabnya, Minta Masyarakat Tak Panik

Senin, 6 Oktober 2025 | 19:00 WIB
Meteor dilihat dari langit Cirebon (Tangkapan layar YouTube KOMPASTV )

SketsaNusantara.id – Warga Cirebon dan sekitarnya digegerkan oleh kemunculan bola api misterius yang melintas cepat di langit pada Minggu malam, 5 Oktober 2025.

Bukan hanya muncul, namun juga disusul suara dentuman keras yang memicu kepanikan masyarakat sekitar sehingga fenomena langka ini segera viral di media sosial.

Menanggapi kehebohan tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan klarifikasi ilmiah.

Baca Juga: Heboh Benda Bercahaya Terang Disertai Dentuman Keras Diduga Meteor Jatuh di Langit Cirebon, Begini Tanggapan BMKG hingga Penjelasan dari Peneliti BRIN

Dua badan ini memastikan bahwa peristiwa itu adalah meteor berukuran cukup besar yang memasuki atmosfer Bumi, seperti dilansir SketsaNusantara.id.

Kejadian bermula saat terdengar suara dentuman keras yang terdengar hingga ke wilayah Kuningan, Tegal, dan Brebes sehingga membuat warga menduga terjadi gempa atau ledakan besar. 

Namun, BMKG Stasiun Kertajati memastikan dentuman tersebut bukan disebabkan oleh faktor cuaca atau aktivitas seismik yang signifikan.

Baca Juga: Geger! Cahaya Terang Diduga Meteor Jatuh di Cirebon Disertai Suara Dentuman Keras, Terdengar hingga Brebes dan Bandung

Berdasarkan analisis data, BMKG berhasil mendeteksi adanya gelombang kejut pada pukul 18.39.12 WIB.

Menurut BMKG, gelombang kejut ini muncul ketika objek bergerak sangat cepat dan menembus lapisan atmosfer Bumi yang lebih rendah dan hal inilah yang menjelaskan mengapa dentuman terdengar sangat keras dan meluas.

Sementara itu, untuk memastikan identitas benda langit tersebut, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa BRIN, Profesor Thomas Djamaluddin, memberikan konfirmasi tegas.

Ia menyimpulkan, cahaya terang menyerupai bola api itu adalah meteor yang berukuran cukup besar yang melintas di atas wilayah Kuningan-Kabupaten Cirebon sekitar pukul 18.35–18.39 WIB.

Kesimpulan ini didukung oleh rekaman CCTV amatir yang menangkap lintasan bola api.

Profesor Thomas memastikan bahwa meteor tersebut tidak jatuh di daratan, melainkan diperkirakan jatuh di Laut Jawa.

Halaman:

Tags

Terkini