SketsaNusantara.id - Mantan penyanyi cilik, Leony Vitria Hartanti, atau yang akrab dikenal dengan Leony, mendadak ramai diperbincangkan publik setelah membedah anggaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2024.
Ia menggunakan media sosial untuk mengkritisi sejumlah pos anggaran yang menurutnya janggal, termasuk alokasi Rp20,48 miliar untuk suvenir dan perjalanan dinas senilai Rp117 miliar.
Sementara itu, dana pemeliharaan jalan, jaringan, dan irigasi hanya sekitar Rp731 juta.
Leony menceritakan awal mula dirinya viral saat berbincang dalam podcast Helmy Yahya. Ia mengaku awalnya hanya curhat di media sosial setelah kaget dengan biaya pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang harus dibayar.
“Aku kira administratif ya, udah dikasih estimasi biaya, ada satu angka yang gede, puluhan juta. Aku bingung, ‘Hah? Ini apa? Pajak waris atau BPHTB tulisnya,’” kata Leony pada Helmy Yahya, Jumat 3 Oktober 2025.
Leony kemudian dijelaskan adanya ketentuan pajak 2,5 persen yang wajib dibayar ahli waris. Ia mengaku tidak menolak kewajiban pajak, namun merasa keberatan karena beban yang muncul dianggap tidak logis.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Sindir Pertamina Malas Bangun Kilang, RDMP Balikpapan Diklaim Sudah 96 Persen Rampung
“Kita berproses aja ya, tapi curhat boleh dong? Karena menurutku nggak fair… terus pada administratif ganti nama ke anak yang turunan langsung kita harus bayar lagi,” ungkapnya.
Dari pengalaman itu, Leony mulai menelusuri laporan keuangan daerah Tangsel. Ia mendapati bahwa pendapatan daerah mencapai Rp5 triliun, dengan penyumbang terbesar berasal dari Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan BPHTB senilai Rp733 miliar.
Meski pendapatan besar, ia menilai pembangunan di sektor publik kurang terlihat.
Ketika membuka dokumen anggaran, Leony menemukan sejumlah alokasi yang menurutnya tidak masuk akal. Ia mencontohkan biaya makan dan minum rapat Rp66 miliar serta belanja alat tulis kantor senilai Rp38 miliar.
“Aku nggak tahu apa yang aku cari, kemudian menemukan angka aneh, walaupun tidak mengerti baca APBD tapi kalau makan minum rapat Rp66 miliar, ATK pembelanjaannya Rp38 miliar, kan nggak masuk akal gitu lho. Ngapain sih?” tegasnya.
Setelah unggahan itu menyebar, Leony mengaku mendapat banyak pesan dari warga yang mengeluhkan kondisi jalan rusak di beberapa titik. Ia menegaskan bahwa aksinya bukan untuk mencari sensasi.