SketsaNusantara.id - Anomali cuaca sedang terjadi di Kabupaten Jember. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Indra Tri Purnomo, saat dikonfirmasi SketsaNusantara.id pada Rabu, 1 Oktober 2025.
Pria yang akrab disapa Indra itu menjelaskan bahwa, pihaknya sebetulnya telah menjadikan peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofoisika (BMKG) sebagai acuan.
"Sayangnya, dalam sepekan pada 24 - 30 September lalu, ada satu kejadian yang tak sesuai dengan peringatan BMKG," ungkapnya saat dihubungi melalui telepon.
Baca Juga: 7 Rumah Hangus Dilalap Si Jago Merah, BPBD Jember Segera Berikan Bantuan pada Korban Rentan
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jember, Maryani, menambahkan bahwa kejadian di luar perkiraan BPBD terjadi di RT 003, RW 012, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang. Wilayah tersebut terdampak gempa yang berpusat di Laut Bali pada 25 September 2025.
"Korbannya adalah Rodiyah, 91 tahun, seorang lansia perempuan yang tinggal sebatang kara," imbuhnya.
Rumah milik Rodiyah mengalami rusak berat di bagian atap yang roboh dan menimpa Rodiyah. Setelah kejadian, Yani menyatakan bahwa korban segera dilarikan ke rumah sakit.
"Ibu Rodiyah mengalami luka di bagian kepala, bagian depan dan bagian belakang," tuturnya.
Sementara itu, Camat Mayang, Adi Kusnandar, menuturkan bahwa hingga saat ini, Rodiyah masih menjalani perawatan di rumah kerabatnya.
"Anak dan suaminya sudah meninggal, jadi saudara yang merawat," jelasnya.
Baca Juga: BPBD Jember Salurkan Bantuan Warga Sumberbaru yang Ambruk akibat Angin Kencang
Terkait dengan perbaikan rumah, Adi menjelaskan bahwa seluruh pihak saat ini tengah mencari bantuan dana untuk melakukan perbaikan.