SketsaNusantara.id– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta pada Senin, 29 September 2025.
Dalam pidatonya, Prabowo yang kini telah menjadi Presiden terpilih tak ragu mengungkit kembali momen paling disorot dalam Pilpres 2024 lalu.
Momen tersebut adalah momen pada debat calon presiden tahun 2024 di mana Anies Baswedan memberi ia penilaian 11 dari 100.
"Kalau mau belajar kalah belajar dari Prabowo Subianto, 5 kali pemilihan, 4 kali kalah," ungkap Prabowo dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
"PKS ikut-ikut lagi, 2 kali dukung gue 2 kali kalah, yang gue menang gak dukung lagi," imbuhnya disambut tawa petinggi dan kader-kader PKS tersebut.
Namun meski demikian Prabowo tetap menyerukan bahwa peristiwa itu ada di masa lalu dan sekarang saatnya bersatu demi nusa dan bangsa.
Menurut Prabowo kegaduhan dalam Pemilu merupakan keramaian dalam politik yang biasa terjadi dan hal itu bukan masalah lagi baginya.
"Saya tuh enggak dendam sama Anies enggak, kalau dikasih nilai 11 itu gue enggak apa-apa itu," ungkap Prabowo lagi.
"Eh bener lho karena sebetulnya ia yang bantu menang, emak-emak kasihan," imbuh Prabowo.
Prabowo, yang dalam Pilpres 2024 bersaing ketat dengan Anies Baswedan, menyampaikan sindiran sekaligus ungkapan terima kasih yang memancing gelak tawa dan riuh tepuk tangan dari ribuan kader PKS yang hadir.
Prabowo ungkap bahwa penilaian ekstrem yang diberikan Anies Baswedan saat debat ketiga capres, di mana ia diberi skor 11 dari 100 untuk kinerja Kementerian Pertahanan (Kemenhan), justru memunculkan simpati publik.