SketsaNusantara.id- Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember, mengalami penolakan dari SD Negeri Bintoro 5, SD Bintoro 2, SMP Negeri 15, dan TK Dharma Wanita Bintoro 02.
Ratusan siswa dari empat lembaga pendidikan di Kecamatan Patrang itu, menolak menerima makanan yang dibagikan sekolah karena mencium aroma tidak sedap atau aneh.
Salah satu guru di SDN Bintoro 5, Kecamatan Patrang, Nur Fadli membenarkan adanya kejadian itu. Kata dia, siswa tidak mau makan dari MBG dikarenakan bau.
"Kemarin anak-anak tidak mau makan dari MBG, katanya bau. Kami pun langsung melakukan pengecekan," kata Fadli, Minggu 28 September 2025.
Selanjutnya kata dia, setelah makanannya diperiksa, para guru mencium aroma basi dari hidangan tersebut dan segera mengamankannya.
"Memang tercium seperti basi. Karena kami tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami langsung mengamankan makanan tersebut,” ujarnya.
Baca Juga: Isu Dapur Fiktif di Balik Anggaran MBG Rp99 Triliun, Menkeu Purbaya Tegaskan Evaluasi
Kata dia, di SDN Bintoro 5 saja, sebanyak 181 porsi makanan berhasil diamankan. Fadli meminta agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pelaksana program bertanggung jawab.
“Tolong kepada ahli gizi ataupun yang menjalankan MBG untuk Patrang jangan main-main kalau makanan untuk anak-anak. Padahal, sudah basi ini tidak layak, bisa keracunan kalau dimakan,” paparnya.
Berdasarkan penelusuran detikJatim, keempat lembaga pendidikan ini diketahui mendapatkan MBG dari dapur sehat yang dikelola oleh SPPG swasta dari Yayasan Taman Pendidikan dan Asuhan (TPA).
Menanggapi penolakan ini, Penanggungjawab SPPG TPA, Achmad Sudiyono, membantah keras bahwa MBG yang dibagikan basi.
Menurutnya, menu hidangan tersebut tergolong baru.