SketsaNusantara.id - Maraknya kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia telah menjadi perhatian serius di tingkat nasional.
Selain Prabowo telah membentuk satu komisi untuk mengusut tuntas kasus ini, Polri juga ambil langkah serius.
Hal itu diungkap oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kini Listyo Sigit telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya untuk melakukan pendalaman dan pengusutan tuntas terhadap setiap insiden yang terjadi.
"Polri saat ini sedang melakukan pendalaman, turun kelapangan untuk melakukan pendalaman satu per satu," tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit dilansir dari SketsaNusantara.id.
"Tentunya nanti akan kita informasikan," imbuhnya.
Sementara itu data terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat, hingga akhir September 2025, angka korban keracunan yang diduga berasal dari hidangan MBG telah mencapai ribuan orang di sejumlah provinsi.
Kasus-kasus besar dengan korban tertinggi tersebar di berbagai daerah, seperti Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lebong (Bengkulu), Kabupaten Banggai Kepulauan, dan Kabupaten Kulon Progo, dengan lonjakan kasus yang signifikan terjadi pada bulan Agustus dan September 2025.
Dalam keterangannya pada Jumat, 26 September 2025, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa Polri menaruh perhatian penuh terhadap rentetan kasus keracunan ini.
Ia menekankan bahwa program MBG, yang bertujuan mulia untuk meningkatkan gizi anak-anak, tidak boleh tercederai oleh kelalaian yang mengancam kesehatan penerima manfaat.
"Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran, baik di tingkat Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) maupun Polda dan Polres setempat, untuk mengusut kasus ini secara menyeluruh, dari hulu sampai hilir." Imbuhnya.
Polri juga melakukan inspeksi mendalam ke dapur-dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).