Namun berbeda dari banyak aktivis yang akhirnya masuk ke panggung politik, Ferry menegaskan tidak ingin mengikuti jejak tersebut. Ia memilih jalur pendidikan sebagai bentuk kontribusi paling nyata bagi bangsa.
Keputusan Ferry ini bisa menjadi warna baru dalam peta aktivisme anak muda di Indonesia. Jika biasanya aktivis identik dengan pergerakan politik, Ferry menunjukkan bahwa kontribusi bisa diwujudkan lewat ruang pendidikan yang lebih luas.
Dengan posisinya sebagai CEO Malaka sekaligus penggagas Kampus Malaka, Ferry tampaknya bertekad menjadikan mimpi itu segera terwujud.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!