SketsaNusantara.id - Setelah penerbangan komersil Jember-Jakarta sudah dibuka, DPRD Jember mendorong agar adanya perpanjangan runway di Bandara Notohadinegoro.
Saat ini penerbangan komersil sudah beroperasi, namun pesawat yang bisa mendarat di Bandara Notohadinegoro hanya bertipe ATR 72-500.
Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo mengatakan, penerbangan komersil Jember-Jakarta saat ini menjadi peluang meningkatkan investasi di Jember.
Baca Juga: Antisipasi Kebocoran PAD, DPRD Jember Minta Bapenda Benahi Lemahnya Realisasi PBB
"Tetapi, memang sementara untuk saat ini pesawat yang bisa digunakan ATR 72-500. Tetapi kami akan dorong agar bisa pesawat berbadan besar untuk mampu mendarat di sini," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kamis, 25 Sepmtember 2025.
Ia menjelaskan, untuk mewujudkan pesawat besar bisa mendarat di Bandara Notohadinegoro harus ada perpanjangan runway.
"Maka kemarin kita sudah bertemu dengan Mas Kawendra Lukistian Anggota DPR RI Komisi VI, untuk meminta agar adanya perluasan runway di Bandara Notohadinegoro," ungkapnya.
Baca Juga: Realisasi PAD Agustus 2025 Masih Rp690 Miliar, DPRD Jember Desak Bapenda Optimalisasi Pajak Daerah
Jika perluasan runway bisa dilakukan, menurut Ardi akan banyak maskapai berbadan besar seperti pesawat airbus bisa terbang dari Bandara Notohadinegoro.
"Dengan itu kami meminta usulan dan aspirasi ini bisa diteruskan ke PTPN dan Angkasa Pura, yang bermitra dengan Komisi VI," jelasnya.
Selain itu, politisi Gerindra ini juga menindaklanjuti terkait PP no 36 tahun 2024 tentang kemitraan Perhutani dengan Pemerintah Daerah.
"Salah satu bahasan kita selain soal pesawat, juga soal pariwisata yang berkaitan dengan kemitraan Perhutani dan Pemda," imbuhnya.
"Kami berharap ada langkah kolaborasi, agar potensi wisata Papuma dan Watu Ulo bisa menjadi satu tiket terusan, sehingga mendongkrak wisatawan berkunjung ke Jember," paparnya.