SketsaNusantara.id - Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bali tengah ramai menjadi perbincangan setelah diduga adanya upaya pembungkaman dari pemerintah setempat.
Sebelumnya, beredar edaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali meminta sumbangan dana setelah terjadinya bencana banjir bandang beberapa waktu lalu.
Dalam surat edaran tersebut, nominal donasi telah ditentukan. Mulai Rp100 ribu hingga Rp1.250.000.
Kini para ASN di Bali diminta mengirimkan nama akun media sosial miliknya oleh Pemprov Bali.
"Setelah viral berhari-hari, kini seluruh ASN, guru, nakes, dan pegawai di Bali diminta setor akun medsos untuk didata," tulisnya dilansir dari akun Instagram @jeg.bali_.
Salah seorang netizen yang mengirimkan pesan DM kepada akun tersebut membagikan tangkapan layar isi pesan dan link form pengisian data akun media sosial para pegawai di Bali.
"Disuruh ngisi akun medsos loh pegawai pemprovnya,"
"Gara-gara berita donasi yang blunder itu," demikian isi pesan dalam tangkapan layar chat yang dikirim netizen tersebut.
Kendati begitu, netizen yang tidak diketahui namanya ini mengaku tak akan diam begitu saja.
"Blunder lagi. Sekarang ASN di Bali suruh ngisi akun medsos pribadi,"
"ASN bungkam? Tentu tidak," katanya.