"Itu pun di homestay atau holtel sudah ada fasilitas air dengan kualitas air yang bagus, jadi nggak perlu mandi pakai air galon, jelas itu 100 persen hoaks," tegasnya.
Stafsus Kemenpar juga membantah soal kebiasaan dan gaya hidup mewah Menpar Widiyanti yang ingin mendapatkan pelayanan atau sambutan khusus saat melakukan kunjungan kerja.
Menurutnya, Menpar justru tak ingin membebani staf Pemda saat melakukan kunjungan ke daerah, bahkan tak ada seremoni khusus untuk Widiyanti.
"Ibu Menteri itu jarang mau disambut. Beliau nggak mau daerah habiskan energi untuk hal seremonial," ungkap Apni.
"Kalaupun ada, mintanya yang sesederhana mungkin, bahkan bu Menteri sering pulang tanpa ada seremoni hanya pamit singkat saja," imbuhnya.
Kemenpar juga menanggapi soal gaya berbusana Widiyanti yang ramai jadi sorotan karena dianggap glamor dan kerap memakai produk branded bernilai ratusan juta.
Stafsus Kemenpar meluruskan bahwa Widiyanti justru kini mulai menyesuaikan diri usai menjabat sebagai Menteri Pariwisata.
Apni menyebut Menpar Widiyanti kerap mengenakan busana sederhana yang tidak menunjukkan kemewahan dan juga tak pernah meminta hal aneh, apalagi sampai pakai air galon untuk mandi.
"Kalo foto yang beredar itu kan sebelum Ibu Menteri jadi menteri dan memang beliau pengusaha, sudah lama (berkecimpung) di bidang fashion, tapi setelah dilantik jadi menteri, beliau sudah mulai menyesuaikan diri," tutur Apni
"Sebagian besar busana beliau sekarang adalah wastra nusantara. Seperti pakai batik, atau pakaian adat, itu bagian dari promosi budaya dan pariwisata, coba cek," ujarnya.
"Makanya ini harus diluruskan, karena kalau kami diam semua orang mengira itu benar. Padahal semua bisa dicek sendiri soal kunjungannnya, tempat menginap di mana, bahkan soal air galon itu nggak ada sama sekali," pungkas Apni.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini