SketsaNusantara.id - Komisi C DPRD Jember kembali mempertegas pendapatan asli daerah (PAD), yang masih di bawah target untuk bisa lebih dimaksimalkan hingga akhir tahun 2025.
Realisasi PAD per bulan Agustus 2025 ini berdasarkan data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), masih sekitar Rp690,4 miliar.
Angka ini masih jauh dari target yang dicanangkan sekitar Rp1,137 triliun, sehingga perlu terobosan dalam menggenjot PAD tersebut.
Kepala Bapenda Jember Achmad Imam Fauzi mengatakan, terkait dengan realisasi PAD 2025 ini masih sekitar Rp690,4 miliar.
"Memang sampai dengan saat ini secara umum target PAD di 2025, masih belum memenuhi targetnya," ujarnya saat RDP di Komisi C DPRD Jember, Senin 22 September 2025.
Belum memenuhi target tersebut, Fauzi menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi terkait pendapatan daerah ini.
"Ada banyak faktor, salah satunya kondisi dinamika pemerintah pusat hingga faktor di daerah," imbuhnya.
Kendati demikian, Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo menegaskan tetap ingin mendorong Pemkab Jember melalui Bapenda untuk mempercepat penarikan PAD dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil.
"Kita tadi melihat bahwa ada beberapa sektor yang masih belum maksimal, dalam penyerapan PAD," pungkasnya.
Berdasarkan data, Ardi menjelaskan berbagai sektor pajak daerah masih belum ada yang melampaui targetnya.
1. Pajak Hotel target Rp7,5 miliar realisasi masih Rp4,2 miliar
2.Pajak Restoran target Rp40 miliar realisasi Rp22,8 miliar
3. Pajak Hiburan target Rp4,5 miliar realisasi Rp2,8 miliar
4. Pajak Reklame target Rp8,5 miliar realisasi Rp4,1 miliar
5. Pajak Penerangan Jalan target Rp102 miliar realisasi RP64,6 miliar
6. Pajak Parkir target Rp1,7 realisasi Rp1,1 miliar