SketsaNusantara.id - Nama Roni Imanuel, atau yang dikenal luas sebagai komika Mongol Stres, kini tak hanya identik dengan humor cerdasnya, tetapi juga dengan kisah pilu yang menggegerkan publik.
Ia secara terbuka menceritakan bagaimana dirinya kehilangan uang fantastis senilai Rp53 miliar setelah meminjamkannya kepada seorang calon gubernur untuk modal politik pada Pilkada 2024, namun kini oknum tersebut justru ditangkap KPK.
Kisah Mongol Stres ini menjadi ironi tajam, mengingat Mongol sendiri adalah kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang dikenal gencar mengkampanyekan anti-korupsi dan anti-politik uang.
"Mongol jadi stres beneran. Lagian doi kader PSI malah jadi bohir pilkada!," tulis akun X @BosPurwa dilansir dari SketsaNusantara.id.
Perannya sebagai pemberi dana kampanye menempatkannya pada posisi yang sering disebut sebagai "bohir" dalam terminologi politik.
Arti 'bohir' sendiri di Indonesia, berarti pemilik modal yang berasal dari bahasa Belanda disebut bouwheer yang berarti “kontraktor” yang berasal dari 2 suku kata bouwen yang artinya membangun dan heer artinya tuan.
Sehingga jika dikaitkan dengan konteks politik maka istilah bouwheer atau bohir akan merujuk pada pemberi modal politik.
Namun istilah ini rupanya sejak dulu sudah digunakan secara negatif sebab merujuk pada rentenir politik yang menyerahkan uangnya kepada calon yang akan berlaga di pilihan jabatan politik dengan mengharapkan keuntungan.
Sehingga dalam konteks ini, peran bohir begitu vital sebab bohir bisa dikatakan sebagai salah satu penentu keberhasilan calon dalam Pilkada.
Namun bagi Mongol, investasi politiknya berujung pada kerugian besar setelah sang calon gubernur yang ia percaya menggunakan uangnya justru kini ditangkap KPK hingga uangnya tak mungkin kembali.
Usai ia menceritakan bahwa ia telah kehilangan uang tersebut, membuat Mongol disorot tajam oleh netizen sebab apa yang dilakukannya saat ini bertolak belakang dengan sikap PSI yang sering menolak "mahar politik" dan menuntut transparansi pendanaan kampanye.