"Dan Pak Kepsek, jangan takut bicara terbuka. Sudah tidak zaman lagi takut dengan pejabat. Rezeki kita itu dari Tuhan, bukan dari pejabat," tegasnya.
Bahkan, ia menawarkan hadiah berupa koleksi bukunya jika benar pencopotan tersebut terjadi hanya karena masalah menegur siswa.
"Harap Pak Kepsek email ke tim saya di: tereliye.acara@gmail.com. Syukur2 buat hiburan di situasi menyebalkan ini," pungkasnya.
Banyak pihak kini mendesak Pemerintah Kota Prabumulih untuk memberikan penjelasan resmi terkait alasan pencopotan kepala sekolah tersebut. Beberapa pihak menilai hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.
Jika benar pencopotan dilakukan karena persoalan menegur siswa, apalagi jika siswa tersebut merupakan anak pejabat, maka hal ini dikhawatirkan bisa mencoreng nilai-nilai keadilan di lingkungan pendidikan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!