Kamis, 4 Juni 2026

Tere Liye Soroti Pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Pertanyakan Alasan Sebenarnya di Balik Kejadian

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Rabu, 17 September 2025 | 11:00 WIB
Tangkapan layar para murid menangis saat pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih. (Instagram/bushcoo)
Tangkapan layar para murid menangis saat pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih. (Instagram/bushcoo)

 

SketsaNusantara.id – Penulis novel terkenal, Tere Liye, mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih yang ramai diberitakan.

Melalui unggahan di Instagramnya, Tere Liye mempertanyakan kejelasan alasan di balik pencopotan yang diduga terjadi karena sang kepala sekolah menegur murid SMP yang membawa mobil ke sekolah.

"Dear Walikota Prabumulih, ini berita maksudnya apa sih?" tulis Tere Liye dikutip SketsaNusantara.id dalam unggahannya @tereliyewriter, menandakan rasa heran sekaligus kecewa terhadap situasi yang berkembang.

Baca Juga: Viral Kepala SMPN 1 Prabumulih Dicopot dari Jabatannya Imbas Tegur Anak Pejabat Bawa Mobil ke Sekolah, Ternyata Cuma Hoaks? Begini Faktanya

Dalam unggahan yang sama, Tere Liye menyoroti adanya dugaan bahwa murid yang ditegur adalah anak seorang pejabat.

"Murid itu adalah anak pejabat? Anak pejabat siapa sih? Anak kamu, bukan?" tegasnya.

Tere Liye juga menyinggung pernyataan dari pihak Dinas Pendidikan Prabumulih yang menyebut pencopotan tersebut sebagai hanya penyegaran organisasi biasa.

Baca Juga: Klarifikasi Wali Kota Prabumulih Soal Pencopotan Kepsek SMPN 1 Prabumulih, Bantah Anak Bawa Mobil ke Sekolah, H Arlan: Saya baru…

Ia mengkritik alasan tersebut karena dinilai terlalu berputar-putar dan tidak memberikan jawaban yang jelas kepada masyarakat.

"Mana ada rumusnya dicopot mendadak begini disebut penyegaran. Dan hanya 1 kepsek yang kena," tambah Tere Liye dalam unggahannya.

Penulis novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar ini juga mempertanyakan mengapa pihak terkait tidak berbicara secara terbuka mengenai alasan sebenarnya di balik pencopotan tersebut. Ia menilai bahwa publik berhak tahu karena hal ini menyangkut integritas dunia pendidikan.

"Bilang saja yang jelas apa penyebabnya, tidak usah berbelit-belit. Nasib jabatan Kepala Sekolah SMP negeri itu ada di tangan walikota/bupati, maka kamu jelaskan, kenapa kepsek ini mendadak dicopot?" tulisnya.

Tere Liye pun memberikan dukungan moral kepada kepala sekolah yang dicopot. Menurutnya, tidak seharusnya ada rasa takut terhadap pejabat dalam mengungkap kebenaran.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X