news

Sebut Murni Acara Pribadi Karyawan saat Kecelakaan Maut Jalur Bromo Probolinggo, Ini Pernyataan Direktur RS Bina Sehat Jember

Senin, 15 September 2025 | 16:04 WIB
Kecelakaan menimpa karyawan RSBS (Instagram @dokter.faida)

SketsaNusantara.id - Dr. Faida, Direktur Utama sekaligus pemilik Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember, menyatakan duka mendalam atas kecelakaan maut yang menimpa rombongan karyawannya di jalur wisata Bromo, Probolinggo. 

Kecelakaan yang terjadi pada Minggu, 14 September 2025 siang menyebabkan delapan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Faida, yang juga mantan Bupati Jember, langsung mendatangi lokasi kejadian dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Saleh di Probolinggo untuk memantau langsung penanganan korban.

Baca Juga: Dari Agraris hingga Maritim: Jalan Panjang Mewujudkan 'Jember Maju, Jember Baru'

"Karyawan dan keluarganya yang rekreasi ini jumlahnya 52," keterangan dari Faida, dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube JTV Jember.

"Dari 52 itu sebagian adalah karyawan sebagian adalah keluarga dan ini acara memang murni acara keluraga mereka jadi rumah sakit tidak tahu menahu keberangkatan mereka sampai kejadian ini," tegasnya.

Faida mengungkapkan bahwa dari total 52 penumpang, sebagian adalah karyawan Rumah Sakit Bina Sehat dan sisanya merupakan anggota keluarga mereka. 

Baca Juga: 6 Fakta Kecelakaan Bus Rombongan Karyawan RS Bina Sehat Jember di Probolinggo, 1 Keluarga Jadi Korban Meninggal Dunia

Rombongan ini disebut sedang dalam acara liburan pribadi untuk merayakan kelulusan beberapa perawat yang baru saja menempuh pendidikan S1.

Faida menjelaskan bahwa identifikasi korban meninggal sempat mengalami kendala.

Dari delapan korban jiwa, tujuh jenazah ditemukan di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di UGD Tongas Probolinggo.

Baca Juga: 15 Orang Korban Kecelakaan Probolinggo Dapat Perawatan Intensif, Dirut RSBS Jember: Kami Langsung Lakukan Operasi

Untuk penanganan korban luka-luka, Faida menyatakan bahwa total 17 orang mengalami cedera sedang hingga berat.

Dari jumlah tersebut, 15 orang telah dievakuasi dan dibawa kembali ke RSBS Jember untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, sementara 2 korban kritis lainnya masih dirawat di Probolinggo karena kondisinya belum stabil untuk dipindahkan.

Halaman:

Tags

Terkini