Selain itu, juga dilakukan pemasangan Sistem Panel Serbaguna di sayap spillway (hulu kanan 33 meter, hilir kanan 20 meter, hulu kiri 37 meter, hilir kiri 20 meter), serta dibangunnya pintu penguras dengan dimensi lebar 2 meter dan tinggi 11,5 meter yang menggunakan fiberglass.
Baca Juga: Unik! Gubernur Jatim Khofifah Kenalkan Bupati Jember sebagai Gus Darling
"Proyek ini juga mencakup penggunaan alat berat, pembuatan kisdam, bored pile, dinding penahan, dan struktur beton lain," jelasnya.
“Fase pembangunan yang didanai oleh APBD Jatim untuk Tahun Anggaran 2025 ini ditargetkan selesai dalam waktu 270 hari kalender atau tepatnya pada 21 Desember 2025,” ujarnya.
Khofifah berharap proyek spillway dapat segera selesai agar dapat mendukung ketahanan pangan dan mengurangi risiko banjir serta kekeringan.
Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Pastikan Harga Bapokting di Jember Stabil
Ia percaya bahwa ini akan memperkuat ketahanan ekonomi bagi masyarakat pesisir serta petani di bagian selatan Jember.
“Jika spillway selesai tepat waktu, musim tanam yang dimulai pada Januari mendatang akan berjalan dengan lancar dan irigasi yang baik. Hal ini akan mengembalikan siklus pertanian ke kondisi normal, meningkatkan hasil pangan, serta memperkuat perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Khofifah juga menambahkan bahwa pembangunan spillway ini sejalan dengan instruksi dari pemerintah pusat, yang meminta daerah untuk melakukan pemetaan lahan dan meningkatkan hasil pertanian.
"Proyek ini merupakan bagian dari strategi untuk menjaga ketahanan pangan di Jawa Timur,” tambahnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI