news

Maulidan, Warga Jombang Bagikan Uang Pecahan Tertancap di Pohon Pisang Sambil Bersholawat

Senin, 8 September 2025 | 22:35 WIB
Salah seorang panitia membagikan uang pecahan yang tertancap di pohon pisang sambil diiringi bacaan sholawat Nabi Muhammad Saw. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Ratusan jamaah memadati halaman Mushala Nurus Salam Desa Kayangan Kecamatan Diwek, Jombang, Senin 8 September 2025, malam. Mereka mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Meskipun harus duduk lesehan meluber ke jalan raya.

Hadir sebagai pemberi mauidzah hasanah KH Agus Maulana, Pengasuh Pesantren Kreatif Al-Muhsinun Cukir. Tampak hadir sebagai undangan jajaran perangkat Desa Kayangan.

Rangkaian acara dimulai tepat setelah selesai jamaah shalat lsya. Dibuka dengan pembacaan tahlil yang dipimpin H Minal Muslih, Ketua Ranting NU Desa Kayangan.

Baca Juga: Kabinet Merah Putih Direshuffle, Intip Rekam Jejak dan Kekayaan Purbaya Yudhi Sadewa yang Jadi Menteri Keuangan RI Menggantikan Sri Mulyani

Pembacaan shalawat dipimpin group Manba'ut Taubah Dusun Tebon. Hadirin pun larut mengumandangkan secara bersamaan penuh semangat.

Saat sesi mahalul qiyam tiba, panitia menyediakan dua pohon uang kertas. Uang pecahan lima ribuan yang sudah dibungkus plastik itu ditancapkan di pohon pisang.

Para hadirin diberikan uang kertas tersebut merata satu per satu. Tidak sedikit anak-anak tidak sabar berebut uang kertas pecahan tersebut.

Baca Juga: Sejarah dan Makna Filosofis Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Harus Dijaga Demi Keutuhan Bangsa

KH Agus Maulana, saat memberikan mauidzah hasanah, mengapresiasi kegiatan shalawat malam ini. "Meski ada unsur pamer, baca shalawat tetap diterima sebagai amal ibadah," ujarnya.

Dia mengajak para hadirin untuk meniru perilaku Nabi Muhammad Saw. "Terutama dalam menghormati kaum perempuan," ujarnya.

Hal ini, lanjutnya, penting dilakukan. "Karena kaum perempuan sangat penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa, rusaknya perempuan berpengaruh bagi anak-cucunya," tegasnya.

Baca Juga: Pentingnya Moderasi Sebagai Kendali Ketegasan Bersikap dalam Beragama

Ditemui di lokasi acara, ketua panitia H Imam Muslih menjelaskan kegiatan ini sudah rutin sejak dia belum lahir. "Ini sebagai bentuk ekspresi cinta para hadirin dalam mengenang kelahiran Nabi Muhammad," ujarnya.

Bapak dua anak ini berharap keteladanan Nabi Muhammad bisa dilaksanakan hadirin dalam kehidupan sekarang. "Terutama soal kejujuran, kasih sayang dan bekerja kerasnya," pungkasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini