SketsaNusantara.id – Gelombang demonstrasi yang berlangsung di Bandung tepatnya di kawasan Gedung Sate kembali menyisakan cerita kelam. Bukan hanya aksi massa dan aparat keamanan yang bersitegang, tetapi juga muncul kabar adanya korban salah sasaran.
Seorang pemuda yang tidak ikut serta dalam aksi, justru harus mengalami luka serius setelah diduga menjadi korban kekerasan aparat kepolisian.
Dilansir SketsaNusantara.id lewat unggahan akun Instagram @affifasp, yang membagikan kisah pilu adiknya. Dalam unggahan tersebut, terlihat foto kondisi punggung korban penuh luka memar dan bekas hantaman benda tumpul.
Kisah ini sontak menuai simpati dan kecaman dari publik, mengingat korban disebut tidak terlibat dalam demonstrasi sama sekali.
Dalam keterangan panjang di unggahan Instagramnya, Nisa menceritakan bagaimana adiknya menjadi korban kekerasan.
“Hi gais jadi adik aku kena ‘salah sasaran’ nya polisi dia ga ikut demo cuman abis ngerayain ulang tahun nya temen terus pulang tapi emang salahnya lewat gedung sate yang jelas jelas zona merah, sekitaran pukul 4.47 pagi an” tulisnya.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa insiden itu terjadi begitu cepat.
“Tiba tiba di tabrak sama orang terus adik aku jatuh habis itu disiksa kepala nya diinjekin sampe plipis nya dijait (ada bukti di topinya ada bekas alas sepatu) terus diseret dilempar ke tempat bakaran untungnya berhasil kabur” tambahnya.
Tak berhenti di situ, adiknya juga disebut menerima hantaman benda keras berkali-kali.
“Habis itu dipukulin punggungnya pake selang? atau besi gitu sampai kaya digambar meskipun udah bilang ampun juga ga peduli” pungkas Nisa, sembari mengunggah foto luka yang dialami sang adik.
Unggahan ini sontak memancing rasa prihatin banyak warganet.