SketsaNusantara.id - Kota Batu di Jawa Timur dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner yang ramai dikunjungi wisatawan.
Di antara banyaknya pilihan menu, Pecel Ndoweh menjadi salah satu sajian yang diminati.
Menu ini terkenal dengan bumbu kacangnya yang khas serta beragam hidangan pelengkap yang menggugah selera.
Baca Juga: Lewat KUR dan Program Inklusif, BRI Berhasil Angkat 574 Ribu UMKM Naik Kelas dalam Waktu Singkat
Pecel Ndoweh disajikan di piring bambu berlapis daun pisang, menambah sensasi makan yang tradisional.
Satu paket menu ditawarkan mulai Rp8 ribu lengkap dengan peyek, acar, mendoan, orek tempe, dan srundeng.
Pengunjung juga dapat menambah lauk seperti telur dadar, ayam, atau sarang tawon dengan harga tambahan.
Pemilik Pecel Ndoweh, Dwi Rinawati (53), memulai usaha ini pada awal 2021 saat pandemi Covid-19. Kala itu, dunia pariwisata yang menjadi sumber penghasilan keluarga terhenti.
Anak dan menantunya yang bekerja di sektor pariwisata kehilangan pekerjaan. Rinawati pun mencari jalan keluar dengan membuka warung nasi pecel di depan rumahnya.
"Awalnya ya di depan sini pakai meja, sama juga jualan untuk latihan sepak bola di lapangan. Kan anak saya itu melatih, sekalian kita bawa jualan di mobil," ungkap Dwi Rinawati di warungnya di Desa Binangun, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Baca Juga: Tunjukkan Komitmen dalam Keuangan Berkelanjutan, BRI Raih Penghargaan di Kehati ESG Award 2025
Modal awal yang terbatas membuat warung ini berdiri tanpa papan nama, hanya memanfaatkan emperan rumah yang ditata rapi.
Meski sederhana, pesanan mulai berdatangan. Bahkan Rinawati kerap mengantarkan nasi pecel ke rumah-rumah, termasuk untuk warga yang sedang menjalani karantina.