news

Lonjakan Wisatawan Mancanegara Capai 1,48 Juta pada Juli 2025, BPS Ungkap Destinasi Favorit dan Pendorong Utama

Senin, 1 September 2025 | 21:30 WIB
Ilustrasi wisata di Yogyakarta dekat Malioboro. (Pexels.com/AL FARIZ)

SketsaNusantara.id - Sektor pariwisata Indonesia kembali menunjukkan tren positif pada pertengahan 2025.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan adanya peningkatan signifikan pada kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) selama Juli 2025.

BPS mencatat jumlah kunjungan wisman pada bulan tersebut mencapai 1,48 juta kunjungan.

Baca Juga: Pantai Watu Dodol Banyuwangi, Bukan Hanya Cerita Mistis, Ini Daya Tarik Utama yang Bikin Wisatawan Selalu Ingin Kembali

Angka ini menunjukkan kenaikan baik secara bulanan maupun tahunan. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa peningkatan ini memperlihatkan daya tarik pariwisata Indonesia yang semakin kuat.

“Secara total jumlah kunjungan wisman adalah sebanyak 1,48 juta kunjungan atau naik sebesar 4,62 persen secara bulanan dan naik 13,01 persen secara tahunan,” kata Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 1 September 2025.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.303.732 kunjungan tercatat melalui pintu masuk utama, sementara 177.614 kunjungan lainnya melalui pintu perbatasan.

Baca Juga: Jalan Mulus dan Listrik Terpenuhi, Pokdarwis Andongrejo Optimis Wisatawan ke Bandealit Jember Bakal Meningkat

Data ini juga berkontribusi terhadap capaian kumulatif sepanjang Januari hingga Juli 2025.

“Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juli 2025, total kunjungan wisman mencapai 8,53 juta kunjungan atau meningkat 10,04 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024,” lanjut Pudji.

Berdasarkan kebangsaan, wisatawan dari Malaysia menduduki peringkat pertama dengan kontribusi 14,32 persen dari total kunjungan.

Baca Juga: Punya Daya Tarik Wisatawan Mancanegara, PSOI Kenalkan Keindahan Ombak Pantai Selatan Jember Tapi Terkendala...

Australia berada di posisi kedua dengan 11,69 persen, disusul China sebesar 9,76 persen.

Dibandingkan dengan Juni 2025, kunjungan dari Australia dan China menunjukkan peningkatan, sementara Malaysia mengalami sedikit penurunan. Namun secara tahunan, ketiga negara tetap mencatatkan pertumbuhan positif.

Halaman:

Tags

Terkini