SketsaNusantara.id – Di tengah situasi sosial politik yang kian memanas, nama Ferry Irwandi kembali mencuat.
Konten kreator yang dikenal lantang mengkritisi pejabat publik maupun isu-isu sosial ini tidak hanya aktif menyuarakan aspirasi rakyat lewat platform digital, tetapi juga kerap turun langsung ke jalan untuk bergabung bersama massa aksi.
Komitmen tersebut membuat dirinya menjadi salah satu figur yang dipercaya publik sebagai corong suara masyarakat.
Namun, ketika gelombang demonstrasi belakangan berubah semakin tidak kondusif, Ferry justru ikut menjadi sasaran serangan yang diarahkan bukan hanya pada dirinya, melainkan juga menyasar keluarga dekatnya.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram pribadinya @irwandiferry, Ferry memperlihatkan tangkapan layar berisi komentar provokatif.
“BANG FERRY DIBAYAR BERAPA, KALAH JUGA SAMA UANG PEMERINTAH, JANGAN MAU DIGIRING OPINI. RAKYAT BERSATU MAJU,” isi dari komentar yang diunggah Ferry. Komentar tersebut hanyalah satu dari ratusan serangan terkoordinasi yang ditujukan kepadanya.
Ferry mengungkapkan bahwa serangan mulai ia terima sejak dini hari sekitar pukul 05.00 WIB. Tidak hanya dirinya, nomor pribadi keluarganya pun ikut disebar oleh akun-akun anonim. Nomor tersebut kemudian digunakan untuk mengirimkan teror dan ancaman.
“Nomor pribadi saya ditempel di akun-akun provokator yang tidak terima karena rencana mereka digagalkan hari ini,” tulisnya dalam caption.
Meski begitu, ia berusaha menenangkan pengikutnya.
“Gak khawatir ya teman-teman. Saya bisa jaga diri, aman saja, gak seberapa ini hahaha,” ujarnya menambahkan.
Menurut Ferry, ada dua kemungkinan mengapa dirinya diserang. Pertama, ia dianggap sebagai penyebab gagalnya rencana pemberlakuan status darurat militer. Kedua, karena ia sering membongkar jaringan provokasi dan mengungkap sumber kerusuhan.