news

Produk Snack dan Biskuit Indonesia Resmi Masuk Afrika, Industri Mamin Cetak Pertumbuhan Lebih Tinggi dari Ekonomi Nasional

Minggu, 31 Agustus 2025 | 21:00 WIB
lustrasi berbagai varian snack. (Pexels/Ân Dương Lê Hồng)

SketsaNusantara.id - Industri makanan dan minuman (mamin) Indonesia kembali mencatat kinerja impresif. Tidak hanya menjadi penyokong utama perekonomian nasional, produk biskuit dan makanan ringan asal Tanah Air kini resmi menembus pasar Afrika, termasuk Pantai Gading.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa industri mamin terus menunjukkan pertumbuhan positif pada tahun 2025. Dalam keterangan resminya pada Sabtu, 30 Agustus 2025, ia menyebut angka pertumbuhan subsektor ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.

"Industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 6,15 persen pada triwulan II Tahun 2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen," ujar Agus.

Baca Juga: Casa Grata Tembus Ekspor ke Singapura, BRI Buktikan UMKM Lokal Mampu Bersaing di Pasar Global

Kontribusi industri ini tercatat mencapai 41 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pengolahan nonmigas. Selain memperkuat basis pasar domestik, subsektor mamin juga terus memperluas jangkauan ke pasar internasional.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, menyampaikan bahwa nilai ekspor mamin Indonesia hingga Mei 2025 mencapai Rp278,85 triliun dengan surplus perdagangan sebesar Rp197,1 triliun. Ia menambahkan, pencapaian terbaru datang dari PT URC Indonesia yang berhasil mengekspor biskuit ke Pantai Gading.

"Kami menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada PT URC Indonesia atas kinerjanya mengekspor produk biskuit dan makanan ringan ke negara-negara di Afrika," ungkap Putu.

Baca Juga: Casa Grata Tembus Ekspor ke Singapura, BRI Buktikan UMKM Lokal Mampu Bersaing di Pasar Global

Menurut Putu, langkah ekspor ini menjadi bukti pengakuan global terhadap kualitas produk buatan Indonesia. Dengan pelepasan 10 kontainer dari Cikarang Dry Port, produk nasional semakin kokoh menempatkan diri di pasar dunia.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian juga berkomitmen mendukung perluasan pasar ekspor industri biskuit dan makanan ringan. Dukungan diberikan melalui kebijakan strategis, penyederhanaan regulasi, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif.

Putu menambahkan bahwa strategi ini sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing industri nasional di tingkat internasional.

“Hal ini sejalan dengan tekad pemerintah untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui penerbitan berbagai program dan kebijakan yang strategis, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan industri biskuit di Indonesia saat ini didukung oleh lebih dari 100 perusahaan dengan kapasitas produksi 1,72 juta ton per tahun. Kinerja ini menempatkan Indonesia pada posisi ke-11 pemasok biskuit terbesar dunia dengan kontribusi 3,59 persen.

Capaian ekspor ke Afrika menambah daftar panjang keberhasilan industri mamin nasional yang terus berkembang pesat.

Halaman:

Tags

Terkini