SketsaNusantara.id - Hidup sederhana di tengah keterbatasan tak pernah membuat Affan Kurniawan menyerah.
Pemuda berusia 21 tahun itu dikenal sebagai sosok rajin dan pekerja keras yang menjadi tumpuan bagi keluarganya.
Bersama tujuh anggota keluarga lain, Affan tinggal di sebuah kontrakan kecil berukuran 3x11 meter di Jalan Tayu, Menteng, Jakarta Pusat.
Kontrakan sederhana itu kini menjadi saksi bisu perjuangan sekaligus akhir perjalanan hidupnya.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram @bushcoo, Affan digambarkan sebagai anak yang penuh tanggung jawab, selalu berusaha menopang kedua orang tua dan adik-adiknya.
“Dia andalan ibunya, tulang punggung keluarga banget,” tutur Muri, pemilik kontrakan tempat keluarga Affan tinggal, yang dikutip dari keterangan yang diunggah @bushcoo.
Hidup serba pas-pasan tidak menyurutkan tekadnya untuk tetap berjuang, meski harus memikul beban berat sebagai tulang punggung keluarga.
Ayah dan ibunya hanya bekerja serabutan, sementara sang kakak mencoba mencari nafkah dengan mengojek.
Di tengah kondisi serba terbatas itu, Affan berusaha sekuat tenaga menjaga agar keluarganya bisa bertahan.
Bahkan adik perempuannya yang masih duduk di bangku SMP pun sangat bergantung pada sosoknya, baik dalam hal kebutuhan sehari-hari maupun semangat hidup.
Namun, semangat itu harus berakhir tragis pada Kamis, 28 Agustus 2025.
Saat hendak pulang ke rumah, Affan justru terjebak dalam kericuhan demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.