news

Bandara Notohadinegoro Telah Aktif Kembali, Bupati Jember Gus Fawait Segera Perbaiki Fasilitas Penunjangnya

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:51 WIB
Pesawat ATR 72-500 Fly Jaya di Bandara Notohadinegoro. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen mereaktivasi kembali Bandara Notohadinegoro, dengan membuka penerbangan Jember-Jakarta.

Melihat kondisi Bandara Notohadinegoro saat ini, Bupati Jember Muhammad Fawait akan segera memperbaiki fasilitas yang saat ini masih kurang baik.

“Jadi semangat kita ini jelas ya, bagaimana Bandara Notohadinegoro ini bisa hidup kembali dengan membuka rute Jember-Jakarta,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa, 26 Agustus 2025.

Baca Juga: Bandara Notohadinegoro Kembali Aktif, Ini Tanggapan Direktur Politeknik Negeri Jember

Gus Fawait menekankan, setelah soft launching reaktivasi Bandara Notohadinegoro kemarin yang akan dipikirkan selanjutnya perbaikan fasilitasnya.

“Buat apa kalau bandaranya bagus tapi tidak ada penerbangan, maka kita sementara fokus pada pembukaan rute ke Jakarta dulu baru bila sudah ramai akan kita permak bandara kita supaya lebih bagus lagi,” terangnya.

“Yang terpenting saat ini memenuhi syarat terlebih dahulu, penerbangan rutin baru kita usulkan perbaikan fasilitasnya,” imbuhnya.

Baca Juga: Buka Penerbangan ke Jakarta di Bandara Notohadinegoro, Bupati Gus Fawait: Ini Momentum untuk Kenalkan Wisata Jember

Gus Fawait mengungkapkan, rencana selanjutnya setelah pesawat rutin berjalan ke Jakarta, maka akan dibuka rute ke Bali.

“Kita lihat banyak sekali warga Jember dan sekitar ke Bali, maka perlu kita maksimalkan dan pasti akan dibuka untuk rute ke Bali ini,” paparnya.

Melihat antusiasme reaktivasi Bandara Notohadinegoro tersebut, Gus Fawait menilai banyak sekali yang support dengan kebijakan tersebut.

Baca Juga: Mesin X-Ray Bandara Notohadinegoro Masih dalam Proses Perbaikan, Sementara Lakukan Pemeriksaan secara Manual

“Kemarin kita sudah komunikasi dengan OJK, Kadin dan lembaga vertikal lainnya mereka ingin ke Jakarta menggunakan pesawat, karena urusan bisnis pastinya membutuhkan waktu yang cepat,” jelasnya.

“Maka ini peluang yang harus ditangkap agar bandara kita bisa hidup dan beroperasi maksimal,” sambungnya.

Halaman:

Tags

Terkini