SketsaNusantara.id – Aksi joget anggota DPR pada Sidang Tahunan 15 Agustus 2025 menuai sorotan publik. Kritik datang dari berbagai kalangan, termasuk Yenny Wahid, putri sulung Presiden ke-4 RI, Gus Dur.
Menurut Yenny, tindakan joget para wakil rakyat di tengah situasi ekonomi yang sulit membuat publik merasa para pejabat tidak peka terhadap penderitaan masyarakat.
“Joget itu mungkin hanya spontanitas, mungkin karena ada musik yang riang,” ujar Yenny Wahid dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal YouTube Cumicumi.
“Tetapi mudah sekali disorot negatif karena masyarakat merasa ini berjoget di tengah penderitaan mereka,” imbuhnya.
Yenny menilai perilaku tersebut dapat dianggap sebagai bentuk ketidakpekaan wakil rakyat terhadap situasi kebatinan masyarakat yang sedang kesusahan.
“Harga kebutuhan pokok masih tinggi, pengangguran masih besar, korupsi masih menjadi masalah,” tegasnya.
Ia menyarankan agar pejabat lebih menahan diri dalam mengekspresikan kebahagiaan secara demonstratif. “Kalau dengar musik, saya juga mungkin ingin joget, tapi tentu kita tak perlu berlebihan,” katanya.
Selain menyoroti aksi joget DPR, Yenny juga menyinggung soal fasilitas dan kenaikan gaji pejabat. Menurutnya, pemerintah seharusnya tidak menghambur-hamburkan anggaran di tengah kondisi rakyat yang sulit.
“Uang rakyat harus dikembalikan ke rakyat. Banyak sektor, seperti UMKM, yang masih membutuhkan dukungan,” ungkapnya.
Ia mengingatkan agar semua unsur pemerintahan, legislatif, eksekutif, dan yudikatif lebih mendengar suara rakyat. “Jangan sampai pajak dinaikkan, tapi rakyat tidak mendapatkan layanan apa-apa,” pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!