SketsaNusantara.id - Nama Prof. Dr. Warsito Purwo Taruno kembali menjadi sorotan publik setelah kisahnya diangkat oleh akun Instagram @kamusmahasiswa, menghadirkan inovasi terapi kanker non-invasif berbasis medan listrik ramai dibicarakan warganet.
Ilmuwan asal Indonesia ini dikenal sebagai sosok visioner yang mendedikasikan hidupnya untuk riset dan inovasi kesehatan, terutama dalam penanganan kanker.
Teknologi temuannya dikembangkan sejak tahun 2004 melalui penelitian intensif yang bahkan sempat digunakan oleh NASA dan diuji di Jepang.
Atas kontribusinya, Warsito dianugerahi BJ Habibie Award pada tahun 2010.
Metode terapi kanker ciptaannya disebut mampu memberikan harapan baru bagi pasien kanker yang selama ini hanya mengenal pengobatan konvensional.
Namun, meski mendapat pengakuan internasional, perjalanan Warsito di tanah air tidak berjalan mulus.
Pada tahun 2015, klinik terapi kanker miliknya justru ditutup pemerintah.
Otoritas kesehatan menyatakan alat terapi tersebut belum memenuhi standar medis yang berlaku.
Keputusan ini memicu pro dan kontra, terutama dari kalangan pasien dan keluarga penderita kanker yang telah merasakan manfaat dari terapi tersebut.
Baca Juga: Betharia Sonata Lakukan Terapi Pasca Serangan Stroke, Leon Dozan Beberkan Kondisi Terkini
Banyak yang kecewa karena kehilangan alternatif pengobatan yang dianggap lebih ringan dan minim efek samping dibanding operasi maupun kemoterapi.