Jumat, 10 Juli 2026

Siapa Prof. Warsito? Inilah Penemu Alat Terapi Kanker yang Diakui Dunia, Namun Kliniknya Justru Ditutup Pemerintah

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 16:00 WIB
Momen Prof. Warsito (kiri) dan Bu Tohiroh (kanan) yang telah menggunakan alat terapi kanker. (Instagram/warsito_p_taruno)
Momen Prof. Warsito (kiri) dan Bu Tohiroh (kanan) yang telah menggunakan alat terapi kanker. (Instagram/warsito_p_taruno)

Meski demikian, nama Prof. Warsito tetap dihormati sebagai ilmuwan yang pantang menyerah. Ia terus dikenang sebagai tokoh yang berani menantang arus besar industri farmasi dengan menghadirkan metode yang dianggap lebih murah dan efektif.

Kasus Warsito juga membuka mata publik tentang sulitnya inovasi kesehatan bertahan di tengah regulasi yang ketat, validasi ilmiah yang panjang, serta kepentingan besar industri farmasi.

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @kamusmahasiswa, kisah Warsito yang kembali viral ini memicu beragam komentar dari warganet. Banyak dari mereka yang merasa kecewa sekaligus geram atas ditutupnya klinik terapi kanker tersebut.

“Apakah penelitian Prof. mengancam eksistensi bisnis farmasi dan rumah sakit yang menguntungkan?” tulis akun @deny_711.

“You know lah,” sahut denzsymphonie dengan nada sindiran.

Tak sedikit yang menyuarakan kritik pedas terhadap negara. “Udah nggak heran sama negara +62 ini,” tulis akun @fauzlrgiil.

Sementara itu, akun @muhammad_ikhlas_bm menuliskan, “Tiap hari disuguhi dengan berita yang tidak mengenakkan.”

Ada pula komentar yang menyoroti kepentingan bisnis. “Indonesia gitu loh, kalau tidak menguntungkan dan bisa jadi bisnis farmasi tutup, jadi lebih baik Prof. Warsito yang digulung,” tulis akun @excela3.

Hal senada diungkapkan @nowoprasetyo yang menilai ada faktor kepentingan di balik kebijakan pemerintah, “Belum memiliki standar yang berlaku? Atau belum kasih amplop ke Dinkes? Jelas sudah dirasakan banyak manfaat, diakui di Jepang dan NASA, hebat Indo lebih tinggi standar-nya.”

Warganet lainnya pun ikut menyuarakan keresahan. “Gimana dong kalau butuh?” tanya akun @aryanii1501.

Bahkan, akun @ayi_258 menegaskan, “Negara ini sudah di-setting supaya tidak bisa jadi negara maju.”

Komentar-komentar tersebut mencerminkan kekecewaan publik yang besar terhadap regulasi kesehatan di Indonesia, terutama ketika menyangkut inovasi yang berpotensi memberikan harapan bagi pasien.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X