news

UGM Tolak Peluncuran Buku 'Jokowi’s White Paper' Roy Suryo Cs, Ini Alasannya

Selasa, 19 Agustus 2025 | 19:00 WIB
Buku Jokowi's White Paper karya Roy Suryo cs (X @Boediantara4)

SketsaNusantara.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) menolak penggunaan Gedung Nusantara sebagai lokasi peluncuran buku karya Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifa.

Roy Suryo sebelumnya disebut telah memesan Ruang Nusantara, University Club (UC) UGM, untuk menggelar acara peluncuran buku "Jokowi’s White Paper" bersama rekan-rekannya.

Keputusan penolakan ini disampaikan langsung oleh juru bicara UGM, Dr. I Made Andi Arsana.

Baca Juga: Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Masuk Tahap Penyidikan, 9 Saksi Termasuk Roy Suryo Minta Penundaan Pemeriksaan di Polda Metro Jaya

Seperti dikutip dari kanal YouTube Metro TV, pihak UGM menjelaskan bahwa pembatalan tersebut didasarkan pada sejumlah alasan.

Salah satunya, acara yang digelar tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Pihak UGM menyebut, pemesanan ruangan dilakukan untuk acara pertemuan kecil, yang rencananya membahas kegiatan besar di Yogyakarta, temu kangen tokoh lokal, serta persiapan peringatan HUT ke-80 RI.

Namun, belakangan diketahui bahwa acara sebenarnya adalah peluncuran buku "Jokowi’s White Paper". Karena hal ini, UGM memutuskan untuk mengembalikan uang DP sewa ruangan kepada panitia.

Baca Juga: Fakta Penundaan Pemeriksaan Jokowi dalam Kasus Dugaan Ijazah Palsu Menurut Pengacara Roy Suryo

I Made Andi Arsana menegaskan, ada dua alasan utama penolakan: masalah prosedural dan administrasi. Pemesanan tempat dinilai tidak sesuai aturan, serta adanya ketidakjujuran dalam penyampaian maksud kegiatan.

Lebih jauh, UGM menilai acara peluncuran buku tersebut sarat nuansa politis. Sebagai institusi pendidikan, UGM menyatakan tidak ingin terseret dalam isu-isu politik yang tidak terkait langsung dengan peran mereka.

Akibat pembatalan ini, Roy Suryo dan timnya memindahkan acara peluncuran ke sebuah coffee shop yang masih berada di area UC UGM.

Menanggapi hal tersebut, Roy Suryo menyebut langkah UGM sebagai bentuk “pembungkaman” dan bahkan mengklaim adanya intimidasi di balik keputusan itu.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Tags

Terkini