SketsaNusantara.id - Pemikiran salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Wahab Hasbullah menjadi perhatian khusus terselenggaranya Muktamar ke 35 yang bakal dihelat di Tambakberas, Jombang.
Sabtu 15 Agustus 2026, malam, di auditorium Universitas KH Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas, Jombang, telah digelar bedah buku pemikiran serta rekam jejak geopolitik kiai yang akrab disapa Mbah Wahab tersebut.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf menjadi pembicara utama bedah buku karya H Abdul Mun’im DZ setebal 262 halaman itu.
Gus Yahya, sapaan akrabnya, membawa misi penting mengajak seluruh komponen jam’iyah menengok kembali akar sejarah dan fondasi perjuangan para muassis.
Bedah buku terbitan Unwaha Press 2024 tersebut menjadi pintu masuk utama untuk menguraikan rekam jejak pergerakan KH Abdul Wahab Hasbullah.
Berbagai sumber mencatat, kematangan berpikir Mbah Wahab tidak lepas dari masa penempaan dirinya saat menimba ilmu di Makkah. Ditambah keaktifannya dalam organisasi pergerakan Sarekat Islam (SI).
Gagasan besar dan semangat kebangsaan yang diusung Mbah Wahab langsung diwujudkan secara riil lewat berbagai langkah taktis dan strategis sepulang dari Tanah Suci.
“Yang menarik dari Mbah Wahab adalah kemampuannya membaca perubahan dunia. Ia tidak hanya berpikir soal pesantren, tetapi juga soal arah politik dan masa depan umat,” papar Gus Yahya.
Langkah terobosan awal dimulai pada 1916 ketika Mbah Wahab mendirikan Nahdlatul Wathan. Wadah ini, lanjutnya, sebagai wahana persemaian pemikiran agama dan pendidikan kebangsaan bagi generasi muda.
"Nahdlatul Wathan kelak berkembang pesat dari sekadar ruang diskusi menjadi jaringan lembaga pendidikan madrasah. Ia mengakar luas di Jawa Timur hingga Jawa Barat," terang Gus Yahya.
Baca Juga: Jelang Muktamar ke-35 NU, Doa Bersama dan Tumpengan Menjadi Penanda Persiapan Lokasi Pembukaan
Pada 1918, perjuangan berlanjut saat Mbah Wahab menggerakkan Nahdlatut Tujjar atau Gerakan Pedagang. Gerakan ini, ungkapnya, untuk menghimpun potensi para saudagar Surabaya demi kemandirian ekonomi umat.
Mbah Wahab, lanjutnya, pada tahun itu juga menginisiasi pembentukan Tashwirul Afkar. "Organisasi ini sebagai wadah pertukaran gagasan strategis bagi para kiai, guru, dan cendekiawan muslim kala itu," sebutnya.
Artikel Terkait
Ziarah Polres Jombang ke Makam Pahlawan Nasional KH Wahab Chasbullah di Tambakberas Awali Pengamanan Muktamar NU 35
Gerakkan Efek Ekonomi Penyelenggaraan Muktamar NU, KNPI Jombang Gelar Bazar UMKM
Perkuat Layanan Muktamar NU ke 35, YANMU Wakafkan Dua Ambulans dan 3 Ribu Al-Qur'an untuk Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas