SketsaNusantara.id - Hidup tanpa kehadiran ayah tidak menyurutkan langkah seorang remaja bernama Andra Farizki Ramdhani.
Siswa kelas 10-4 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan itu kini menemukan arah baru dalam hidupnya.
Dukungan penuh dari sang ibu yang menjadi tulang punggung keluarga berpadu dengan hadirnya Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Buka MPLS Sekolah Rakyat, Bupati Jember Gus Fawait: Kesiapan Fasilitas Sudah 95 Persen
Sekolah Rakyat membuka kesempatan bagi banyak anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Bagi Andra, program ini menjadi jalan penting untuk meraih pendidikan yang layak. Ia mengaku menemukan semangat baru yang sebelumnya sulit ia bayangkan.
“Buat Bapak Presiden Prabowo, terima kasih udah buat Sekolah Rakyat. Karena ini buat orang-orang nggak mampu. Bikin anak-anak semangat belajar, nggak males-malesan, biar pinter juga. Ini juga bikin Indonesia maju,” ucap Andra penuh haru.
Sekolah yang ditempati Andra adalah sekolah berasrama. Awalnya, ia sempat merasa berat meninggalkan rumah dan ibunya.
Namun suasana kebersamaan bersama teman-teman membuat masa adaptasi terasa lebih mudah.
Ia kerap berbagi kisah lucu, bercanda, bahkan bersaing ringan dengan teman satu kamarnya, Fatir dan Reza. Kebersamaan itu membuatnya merasa memiliki keluarga baru.
Rutinitas sehari-hari di asrama berjalan padat. Ia bangun pagi, salat Subuh, lalu berolahraga sebelum memulai upacara dan masuk kelas.
Sore hari, ia biasa meluangkan waktu untuk menelpon ibunya sekadar menanyakan kabar. Baginya, meski jarak memisahkan, doa dan kasih sayang sang ibu selalu menjadi kekuatan utama.
Fasilitas di sekolah juga membuat Andra semakin bersemangat. Asrama yang nyaman, ruang belajar yang mendukung, hingga penjelasan detail para guru membuatnya lebih fokus.