“6 miliar bebas lah beli aset apa aja tinggal tempel” komentar sindiran dari akun @mu.awy.
“Dari awal emang ga percaya masa karya anak bangsa kualitas animasinya begini, eh ternyata karakternya beli online. Salah satu apresiasi terbaik yang bisa kita lakukan adalah dengan tidak menontonnya” tulis akun @apotekfarafarma, mengungkapkan rasa tidak percayanya.
“Dihitung-hitung pas sih dananya 6,7 miliar. Mana belinya pake duit dari negara… Jadi bener ini tetap karya anak bangsa” komentar dari akun @rikoaprilion
“Udah bang, jangan dibongkar” tulis akun @yerichoparakas
Menurut informasi yang beredar di media sosial, proyek film animasi ini memiliki anggaran sekitar Rp6,7 miliar, sebagian besar bersumber dari dana negara.
Dalam situasi ini, publik wajar mempertanyakan mengapa karakter utama tidak dibuat secara orisinal oleh tim animasi lokal, melainkan menggunakan aset yang tersedia di pasaran dengan harga terjangkau.
Kritik yang mengemuka tak hanya soal orisinalitas, tetapi juga terkait value for money dari proyek berskala nasional ini.
Beberapa netizen merasa penggunaan aset siap pakai justru mengurangi nilai kebanggaan terhadap produk kreatif lokal, apalagi jika promosi film menggaungkan slogan Karya Anak Bangsa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!