SketsaNusantara.id – Seorang desainer grafis yang menemukan kemiripan mencolok antara karakter 3D dalam film animasi Merah Putih One For All dengan aset karakter yang dijual di platform Content Store.
Penemuan ini memicu perbincangan hangat di dunia maya, terutama di Instagram, setelah akun @vektorkades mengunggah perbandingan visual antara karakter film tersebut dengan stok karakter 3D yang tersedia secara komersial.
Dalam unggahan tersebut, terlihat dua aset karakter 3D, yakni Jayden karya Junaid Miran, Tommy karya Chihuahua Studios, serta Ned dan Francis karya Reallusion yang masing-masing dibanderol dengan harga $43,50 atau sekitar Rp 700 ribuan.
Di sampingnya, dipajang tangkapan layar dari film Merah Putih One For All yang menampilkan karakter dengan kemiripan signifikan, baik dari segi bentuk wajah, gaya rambut, hingga proporsi tubuh.
Foto perbandingan yang dibagikan menunjukkan bahwa karakter Jayden,Tommy, Ned, dan Francis dalam versi film hanya mengalami sedikit perubahan pada warna kulit, pakaian, serta detail kecil lain. Namun, bentuk dasar model 3D tampak nyaris identik dengan versi yang dijual bebas.
Bagi sebagian orang, menggunakan aset siap pakai bukanlah hal yang salah, terutama dalam industri kreatif yang menuntut efisiensi.
Namun, dalam konteks film nasional yang mengusung semangat karya anak bangsa dan mendapat pendanaan besar, penggunaan aset stok memicu pertanyaan publik tentang orisinalitas dan transparansi proses kreatif.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan @vektorkades dibanjiri komentar yang beragam, mulai dari kritik keras, sindiran, hingga candaan sarkastis. Banyak yang mempertanyakan efektivitas anggaran produksi film yang kabarnya mencapai miliaran rupiah.
“Animasi grafik PS2” tulis akun @dwbgsb, mengungkapkan grafik dari animasi tersebut yang setingkat dengan grafis Playstation 2.
“6 miliar yee” tulis akun @searchfordaffa, menyindir dana yang dihabiskan untuk menggagas film animasi tersebut.
“Dana gede tapi gabisa buat karakter sendiri wak wkwk” tulis akun @jayaandrn.