SketsaNusantara.id – Film animasi anak Indonesia berjudul One For All yang mengusung tema kebangsaan baru saja merilis trailer resminya di kanal YouTube CGV Kreasi.
Alih-alih menuai pujian, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar satir dari netizen yang mempertanyakan kualitas animasi hingga konsep ceritanya. Bahkan, admin CGV pun terlihat ikut terlibat dalam balas-balasan komentar yang mengundang tawa warganet.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal resmi CGV Kreasi, One For All berkisah tentang sekelompok anak yang tergabung dalam Tim Merah Putih untuk menjaga bendera pusaka yang selalu dikibarkan pada setiap upacara 17 Agustus. Tiga hari sebelum perayaan Hari Kemerdekaan, bendera tersebut hilang secara misterius.
Baca Juga: DJ Bravy Ngaku Awalnya Terjebak Syuting Film Reza Arap: 'Nggak Ada Skill Sama Sekali'
Delapan anak dari beragam latar budaya antara lain Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tionghoa bersatu untuk menemukan bendera tersebut.
Dalam pencariannya, mereka harus melewati rintangan alam seperti sungai, hutan, dan badai, serta mengatasi ego masing-masing. Film ini sarat pesan persatuan, persahabatan, dan semangat nasionalisme anak-anak Indonesia.
Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop CGV pada 14 Agustus 2025, tepat menjelang Hari Kemerdekaan RI.
Meski mengangkat tema mulia, trailer One For All justru memicu gelombang kritik. Banyak netizen yang menilai kualitas animasinya kurang memuaskan, bahkan ada yang menyindir secara humoris.
“Admin CGV yang upload pasti sambil nahan tawa ini,” tulis @muhirfandi4871 dengan emot tertawa.
“Kalo mimin nahan tawa, gue aja nahan sedih. Liat kualitasnya gimana, intinya miris walau didanai pemerintah lebih,”komentar lain dari @limposiregar, menunjukkan kesedihannya disertai dengan emot menangis.
“Admin (dalam hati): ‘Bagusan series Paddle Pop bjr’,” tulis @Malfi_z-m2e menyindir admin CGV.
“Masih bagus Adit Sopo Jarwo gue, sat,” komentar @IniPunyaEza yang membandingkan dengan animasi lainnya.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana netizen Indonesia kerap menggabungkan kritik tajam dengan humor. Sebagian menyoroti keterbatasan kualitas visual dan animasi, sementara yang lain fokus pada interaksi lucu antara admin CGV dan penonton.