“Pelanggan kami di sekitar Lahat itu sebagian adalah petani kopi dan pekerja tambang batu bara yang gajian tiap bulan. Jadi kalau sudah tanggal gajian, biasanya ramai yang datang tarik tunai atau transfer,” ujar Sony.
Dampak dari keberhasilan ini tak hanya dirasakan oleh Sony sendiri. Sedikitnya 15 warga telah dipekerjakan di berbagai gerai “Putra Cell”.
Di luar itu, ia juga rutin menyelenggarakan kegiatan sosial seperti turnamen olahraga dan program berbagi dengan warga sekitar. Hal itu menjadi bentuk rasa terima kasih atas dukungan masyarakat.
Perjalanan Sony ini menjadi bukti bagaimana agen perbankan dapat menjadi penggerak ekonomi desa.
Hal ini sejalan dengan data nasional yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dari jaringan AgenBRILink di seluruh Indonesia.
“Hingga akhir Juni 2025, jumlah AgenBRILink telah mencapai lebih dari 1,2 juta agen atau tumbuh 22,60% secara yoy. Agen-agen tersebut tersebar di 67 ribu desa, menjangkau seluruh penjuru negeri. Dari sisi transaksi, AgenBRILink mencatatkan volume transaksi sebesar Rp843 triliun atau tumbuh 9,85% yoy, menunjukkan peran yang vital dalam memberikan akses keuangan,” jelas Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya.
Kisah Sony Pranata menunjukkan bahwa dengan semangat, kerja keras, dan kepekaan terhadap kebutuhan warga, usaha kecil di desa pun bisa tumbuh menjadi pilar ekonomi lokal yang nyata.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!