SketsaNusantara.id - Ketua Umum Solidaritas Merah Putih, Silfester Matutina, hadir di Polda Metro Jaya pada Senin, 4 Agustus 2025. Ia dimintai keterangan sebagai saksi dalam penyidikan atas tuduhan ijazah palsu Presiden Joko Widodo.
Kehadiran Silfester menarik perhatian publik. Isu tentang keaslian ijazah Jokowi sudah lama menjadi polemik di media sosial dan ranah hukum. Pemeriksaan ini menjadi kelanjutan dari laporan yang sebelumnya diajukan oleh Presiden Joko Widodo.
“Hari ini, saya dan Bang Ade diminta datang untuk memberikan kesaksian dalam penyidikan,” ujar Silfester pada wartawan di lokasi.
Silfester merinci tiga poin utama yang menjadi materi pemeriksaan. Ia menyebut penyidik menggali soal dugaan penghasutan, pencemaran nama baik, serta pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
“(Penyidikan) mengenai indikasi satu, penghasutan, kedua, pencemaran nama baik, ketiga, fitnah, dan juga pelanggaran atau manipulasi undang-undang ITE, yang dilaporkan oleh Bapak Joko Widodo,” jelasnya.
Baca Juga: Amalan Ijazah Rezeki dari Abah Guru Sekumpul: Doa 41 Kali yang Bikin Dompet Tak Pernah Kosong
Ia juga mengungkap bahwa Presiden Jokowi sempat menghubunginya melalui sambungan telepon. Menurutnya, Jokowi dalam keadaan baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda terganggu dengan isu tersebut.
“Saat ini boleh saya katakan, kemarin Bapak (Jokowi) ada menelepon saya bahwa beliau baik-baik di Solo, bergembira bersama keluarga, dan terus menerima masyarakat,” ungkap Silfester.
Pernyataan ini menyoroti bahwa Jokowi memilih bersikap santai dan tidak reaktif. Silfester bahkan menyebut bahwa momen kebersamaan dengan masyarakat membuat Presiden tetap tenang menghadapi isu tersebut.
“Ini yang membikin Pak Jokowi bergembira,” lanjutnya.
Selain memberi keterangan sebagai saksi, Silfester turut menanggapi hasil survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Hasil survei tersebut menunjukkan mayoritas masyarakat tidak mempercayai bahwa ijazah Jokowi palsu.
“Memang saat ini kita bergembira ya, karena masyarakat sekitar 74,6 persen tidak mempercayai ijazah Pak Jokowi palsu,” tandasnya.