Selain Akhmad Munir, Atal Sembiring Depari (Ketum PWI Pusat 2018–2023), Hendry Ch Bangun (Ketum PWI hasil Kongres Bandung 2023), dan Zulmansyah Sekedang (Ketum PWI versi KLB) juga turut meramaikan kontestasi tersebut.
Nama lain yang juga muncul dalam Pemilihan Ketua Umum PWI Pusat yakni Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) sekaligus mantan anggota Dewan Kehormatan PWI.
Ada juga Johnny Hardjojo, yang berkarier di dunia jurnalistik sejak akhir 1970-an dan kini menjabat Ketua Dewan Kehormatan Forum Pemred Media Siber Indonesia.
Sementara di tingkat daerah, Rusdy Nurdiansyah, Ketua PWI Depok, juga masuk daftar kandidat.
Belakangan, muncul pula nama Lutfil Hakim, Ketua PWI Jatim, yang dinilai sejumlah pihak mampu menjadi figur penengah di tengah tarik-menarik kubu yang ada.
Wartawan senior Sholahuddin mengutarakan pendapatnya, bahwa figur seperti Munir dan Lutfil memiliki potensi besar menjadi jalan tengah dalam kontestasi ini.
“Beliau-beliau ini memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, dan kemampuan komunikasi yang diperlukan untuk membawa PWI ke depan,” ujar mantan wartawan Jawa Pos tersebut.
Pria yang akrab disapa Hud ini juga menambahkan bahwa dinamika pemilihan di Kongres Persatuan PWI masih sangat cair.
Namun, ia menilai opsi mencari figur penengah di luar lingkar konflik utama bisa menjadi pertimbangan serius bagi pemilik suara.
Dengan berbagai manuver dan komunikasi intensif yang dilakukan, Cak Munir kian memantapkan langkahnya sebagai salah satu kandidat kuat untuk membawa PWI bersatu kembali.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!