SketsaNusantara.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar konferensi pers bersama BMKG, BPBD hingga TNI Polri.
Dalam konferensi pers yang berisi arahan terkait potensi tsunami di Indonesia pasca gempa bumi di Rusia ini, BMKG mengeluarkan 4 himbauan kepada masyarakat.
Himbauan itu tak lepas dari potensi tsunami di 10 wilayah di Indonesia bagian Timur pasca gempa di Rusia pada Rabu, 30 Juli 2025.
Kepala Pusat Gempabui dan Tsunami BMKG Dr. Daryono menyampaikan alasan di balik himbauan dan arahan tersebut.
“Karena kita belajar dari tsunami Tohoku 2011,” ujarnya sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube BNPB Indonesia.
Daryono menyebutkan, tsunami Tohoku tahun 2011 memberikan dampak bagi wilayah Indonesia di bagian timur khususnya Papua.
Pada saat itu, potensi tsunami di Papua dalam status ancaman waspada dengan ketinggian sekitar 0,5 meter.
Status ancaman tersebut sama seperti yang baru saja dikeluarkan BMKG terhadap 10 wilayah Indonesia bagian timur pasca gempa Rusia tersebut.
“Status ancamannya sama-sama waspada, baik itu di tanah Papua maupun di tempat lain di Indonesia timur. Tapi saat itu tsunami ini menimbulkan korban jiwa 1 orang,” terang Daryono lagi.
Untuk mewaspadai potensi serupa, BMKG juga merilis 4 himbauan bagi masyarakat khususnya yang berada di 10 wilayah berpotensi tsunami tersebut.