SketsaNusantara.id - Selama tiga hari terakhir pasca penutupan jalur Gumitir Jember-Banyuwangi dilakukan penutupan, berimbas pada stok bahan bakar minyak (BBM) di Jember.
Beberapa hari terakhir SPBU di sejumlah titik di Jember telah kosong, bila dibuka layanan pun masyarakat yang mengantripun sudah membludak.
Jika terus dibiarkan, maka dampaknya akan lebih serius dan membuat aktivitas masyarakat menjadi terganggu.
Baca Juga: Bupati Gus Fawait Segera Berikan Solusi untuk Mengatasi Kelangkaan BBM di Jember
Humas Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Area Besuki Wahyu Prayudi Nugroho mengatakan, stok BBM di Jember saat ini sudah menipis dan banyak SPBU masih menunggu dropping.
Kondisi tersebut membuat Hiswana Migas mengambil langkah, dengan meminta proses pengiriman dipindahkan ke Surabaya dan Malang.
Sebelumnya, proses pengiriman BBM ini dilakukan melalui wilayah Banyuwangi.
"Namun, karena kapal yang beroperasi di pelabuhan ini sangat sedikit pasca laka laut beberapa waktu lalu. Membuat tersendatnya distribusi BBM ke Jember dan sekitarnya," imbuhnya.
Wahyu menyampaikan, langkah cepat diambil untuk mengatasi krisis BBM di Jember ini, meskipun beberapa SPBU sudah menerima dropping.
"Terpantau dropping BBM sudah mulai berjalan, misalnya di SPBU Arjasa, SPBU Ahmad Yani, Kreyongan, Tegal Besar, Pasar Sabtuan hingga di beberapa titik lainnya," ungkapnya.
Walaupun beberapa SPBU sudah menerima kiriman BBM, namun pihaknya menjelaskan tidak sepenuhnya berjalan dengan lancar.
"Ini persoalan keterbatasan armada pengangkut BBM dari Surabaya dan Malang serta Banyuwangi. Maka perlu waktu untuk bisa membuatnya menjadi normal kembali," pungkasnya.