SketsaNusantara.id - Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut kedatangan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan dan Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah RI Helvi Yuni Moraza.
Tepatnya, pada Festival Egrang Ke-13 Tanoker Ledokombo, di Kecamatan Ledokombo, Sabtu, 26 Juli 2025. Kegiatan tersebut bertajuk Memuliakan Bambu untuk Perdamaian.
Ada sejumlah penampilan yang disuguhkan. Mulai penampilan tari para siswa SLB Negeri Branjangan, sebanyak 23 defile Parade Tarian Egrang, dan penerbangan sejumlah layangan bermotif egrang.
Baca Juga: Rayakan HUT Ke-63, PWRI Gelar Senam Massal Bareng Bupati Jember Gus Fawait
Dalam sambutannya, Gus Fawait menuturkan bahwa Jember merupakan daerah dengan penduduk terbanyak ketiga si Jatim. Bahkan, kampus negeri dan swasta juga melimpah, sekolah apalagi.
"Tapi kami punya masalah, yakni kemiskinan. Secara absolut angka kemiskinan di Jember 224 ribu sekian, terbanyak kedua di Jatim. Termasuk menjadi kabupaten dengan kemiskinan ekstrem tinggi di Jatim, bahkan jadi kabupaten penerima PKH terlama di Jatim," lanjutnya.
Akibatnya, angka stunting di Jember menjadi tertinggi se-Jatim. Bahkan, angka kriminal atas pelecehan anak juga tertinggi ketiga dari kasus lainnya.
"Itu karena kemiskinan," paparnya.
Kalau mengandalkan APBD, Gus Fawait menegasybahwa hal itu tidak cukup. Oleh karena itu, pihaknya perlu mengandalkan investasi.
"Bandara tak hidup, Jember tak dilewati. Di mata investor, Jember tak diminati," tegasnya.
Oleh karena itu, kepada para menteri, bupati mengharapkan agar Jember tidak dilupakan. "Kalau ada kegiatan, bikin di Jember saja," terang Gus Fawait.
"Sambil lalu, kami akan menghidupkan bandara. Jalan tol, kami juga sudah berkontak ke pusat agar Jember dilewati," katanya.