SketsaNusantara.id - Sebuah video viral di TikTok yang diunggah oleh akun @ferlisfelix kembali membuka perbincangan publik tentang dampak organisasi silat terhadap peluang kerja ke luar negeri, khususnya Jepang.
Dalam video berdurasi hampir dua menit tersebut, pria yang merekam dirinya sendiri mengungkapkan kekecewaannya karena salah satu anggota keluarganya batal berangkat kerja ke Jepang akibat keterkaitannya dengan organisasi silat.
Dalam video yang diunggah pemilik akun @ferlisfelix menceritakan bahwa saudaranya sempat hampir diberangkatkan ke Jepang melalui sebuah LPK (Lembaga Pelatihan Kerja).
Namun, proses seleksi ketat membuat pihak Jepang memeriksa latar belakang calon pekerja migran secara mendalam, termasuk riwayat keikutsertaan dalam organisasi silat.
“Saudara gua mau berangkat ke Jepang sampai dicek latar belakangnya, gara-gara apa? Silat!” ucapnya dalam video.
Dalam video itu pula, @ferlisfelix menyayangkan stigma negatif yang ditimbulkan oleh sejumlah individu yang tergabung dalam organisasi silat.
Ia menyebut bahwa beberapa Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah berada di Jepang justru memperlihatkan perilaku yang kurang pantas, seperti membuat video silat bergerombol, hingga terkesan seperti kelompok gang.
“Lu yang udah di Jepang meragain silat itu boleh, tapi bikin video satu orang. Jangan bergerombol, dikira gangster. Malu-maluin,” tegasnya dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan video Tiktok @ferlisfelix.
Bukan hanya perkara silat, ia juga menyebut adanya perilaku buruk lain yang mencoreng nama baik Indonesia, seperti mencuri besi tua, uang logam, hingga tindakan-tindakan yang dianggap tidak sopan di mata masyarakat Jepang.
Hal tersebut menurutnya turut mempengaruhi persepsi lembaga dan perusahaan di Jepang terhadap pekerja dari Indonesia.