"Kita bersyukur menjadi bangsa yang dianugerahi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan dasar inilah, NKRI terus melaju ke depan. Di Indonesia kita bersatu, tanpa memandang perbedaan agama, suku, dan golongan,” ujar Bupati Fawait.
Kehadiran Desa Wonorejo Perkuat Spirit Kebhinekaan
Desa Wonorejo hadir sebagai salah satu kontingen dalam kegiatan Apel Kebangsaan Cinta Pluralisme ini.
Desa ini menjadi perwakilan dari Kecamatan Kencong dan menunjukkan keterlibatan penuh dalam berbagai rangkaian acara.
Formasi yang dibawakan pun meliputi perangkat desa, tokoh masyarakat, dan juga pendamping dari staf kesekretariatan kecamatan dan anggota Satpol PP Kencong yang bertugas menjaga ketertiban selama kirab berlangsung.
Meski tidak mengenakan pakaian adat, kehadiran perangkat Desa Wonorejo dengan seragam khas apel kebangsaannya tersebut tetap terlihat memancarkan aura nasionalisme yang disertai kekompakan.
Pusaka yang dibawa pun juga mewakili identitas budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun, menunjukkan komitmen masyarakat desa dalam melestarikan nilai sejarah dan budaya bangsa.
Sedekah Bumi dan Pameran Pusaka: Simbol Syukur dan Edukasi Budaya
Di dalam rangkaian acara ini, juga digelar Sedekah Bumi sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas rahmat dan kelimpahan bagi bumi Nusantara.
Setiap kecamatan turut ikut serta dalam mengirimkan tumpeng sebagai simbol penghormatan terhadap alam dan kearifan lokal.
Sementara itu, Pameran Pusaka ini juga memiliki fungsi sebagai sarana edukatif sekaligus sumber inspirasi yang sangat bermanfaat bagi generasi muda dalam memahami dan menghargai warisan budaya bangsa.
Benda-benda bersejarah seperti senjata tradisional, benda keramat, dan peninggalan budaya lainnya dipamerkan lengkap dengan narasi budaya yang menyertainya.
Pameran ini memberikan pembelajaran sejarah secara langsung hingga berhasil menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan.
Apel Kebangsaan ini juga diramaikan dengan diskusi singkat serta dialog kebangsaan di berbagai tenda komunitas.
Forum-forum ini menjadi tempat refleksi atas pentingnya toleransi, gotong royong, serta aktualisasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.