SketsaNusantara.id - Apel Kebangsaan Cinta Pluralisme di Jember dikemas dengan sejumlah cara yang unik, mulai kirab budaya Nusantara, sedekah bumi, hingga pameran pusaka.
Tak hanya karena antusiasme warga Jember, berlangsungnya Apel Kebangsaan Cinta Pluralisme bisa terwujud atas dukungan Bupati Jember Muhammad Fawait dan jajarannya.
"Terimakasih, acara ini bisa terselenggara atas restu Bupati Jember Gus Fawait," paparnya.
Bahkan, dia menilai bahwa kegiatan ini sangat spektakuler lantaran baru kali pertama diadakan.
"Daerah lain belum pernah seperti ini," tegasnya.
Tercatat, ada sebanyak 226 desa, 22 kelurahan, 31 kecamatan, dan 13 etnis yang ikut berpartisipasi.
"Setiap regu membawa 10 hingga 20 pusaka dan tumpeng masing-masing," ucapnya.
Jika membawa 10 pusaka, tercatat ada sekitar 2.480 pusaka yang dikirab mulai KFC hingga alun-alun tadi. "Ini peragaan pusaka terbesar. Ada sekitar 50 ribu peserta," ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua Forum Pembaruan Kebangsaan Kabupaten Jember Sujatmiko menyatakan bahwa Apel Kebangsaan Cinta Pluralisme yang terdiri atas kirab budaya Nusantara, sedekah bumi, pameran pusaka ini menjunjung tinggi kebhinekaan.
"Aspek budaya mengangkat dan melestarikan budaya yang Adhiluhung dengan menampilkan pertunjukkan tradisional," ucapnya.
Tari pecut, misalnya. Jatmiko menuturkan bahwa belum lama ini Tari pecut menjadi juara nasional di Kediri.